Info

Waspada, Konsumsi Jamu Berbahan Kimia Bisa Berakibat Buruk pada Ginjal

Menurut dokter, senyawa atau bahan kimia lain justru membahayakan kesehatan ginjal.

Vika Widiastuti

Ilustrasi jamu (Pixabay/monicore)
Ilustrasi jamu (Pixabay/monicore)

Himedik.com - Sudah sejak lama jamu digunakan sebagai salah satu pengobatan alternatif karena diyakini memiliki banyak manfaat. Meski begitu, masyarakat pelu waspada terhadap jamu yang mengandung bahan kimia. 

Industri jamu dan tanaman kesehatan yang semakin berkembang pun membuat jamu semakin beragam di pasaran. Namun, hati-hati dalam mengonsumsi jamu, salah-salah hal ini bisa berakibat buruk terhadap ginjal.

Prof dr Ari Fahrial Syam dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia menyebut saat ini banyak produsen jamu yang menambahkan senyawa atau bahan kimia lain yang justru membahayakan kesehatan ginjal.

"Yang jelas-jelas bisa merusak ginjal itu apa sih? Obat-obat penghilang rasa sakit. Nah data dari BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) ketika mereka melakukan razia membuktikan bahwa di dalam jamu atau herbal itu ternyata di dalamnya ada komponen obat penghilang rasa sakit," ungkap dia dalam Peringatan Hari Ginjal Sedunia 2019 bersama Danone-Aqua di Jakarta, Minggu (24/3/2019).

Ilustrasi jamu (Pixabay/Ajale)
Ilustrasi jamu (Pixabay/Ajale)

 

Lebih lanjut Prof dr Ari mengatakan, jika jamu yang tidak memenuhi syarat dikonsumsi dalam jangka waktu yang panjang akan berdampak munculnya gangguan kesehatan lainnya.

Endapan-endapan dari zat kimia yang terdapat di dalam jamu, seperti obat penghilang rasa sakit tersebut bisa meningkatkan kerja ginjal, sehingga lama-kelamaan dapat terjadi gagal ginjal.

Selain jamu, Prof dr Ari juga menekankan akan bahaya minuman dengan pewarna-pewarna berbahaya lainnya, yang biasa menambahkan pewarna tekstil dalam pembuatannya.

"Saat ini juga ditemui oleh BPOM, makanan dan minuman yang diwarnai oleh pewarna tekstil. Itu kan tidak boleh bisa merusak ginjal juga. Tapi kalau warna misalnya asli dari kunyit ya boleh," ungkapnya.

Dua organ yang bisa berdampak saat seseorang mengonsumsi zat kimia dalam jamgka panjang dan intens, jelas dia adalah liver dan ginjal. Karena itu. Dia sangat memghimbau agar setiap orang memiliki kesadaran berlebih terhadap apa yang mereka konsumsi dan dampaknya pada tubuh mereka. (Suara.com/Dinda Rachmawati)

Berita Terkait

Berita Terkini