Info

Studi: Istirahat Singkat di Tengah Rutinitas Permudah Anda Kuasai Hal baru

peneliti menunjukkan bahwa otak kita mungkin memerlukan waktu untuk istirahat singkat.

Vika Widiastuti

Ilustrasi kurang semangat kerja. (pixabay)
Ilustrasi kurang semangat kerja. (pixabay)

Himedik.com - Sebuah studi mengungkapkan cara agar Anda lebih mudah mempelajari hal atau keterampilan yang baru. Caranya pun hanya dengan istirahat sejenak

Hal ini diungkapkan oleh para peneliti dalam Studi yang dipublikasikan dalam jurnal Current Biology. Para peneliti menunjukkan bahwa otak kita mungkin memerlukan waktu untuk istirahat singkat agar bisa memperkuat ingatan.

"Semua orang berpikir Anda perlu 'berlatih, berlatih, dan berlatih' ketika mempelajari sesuatu yang baru. Tapi, kami menemukan istirahat, awal dan sering, mungkin sama pentingnya untuk belajar sebagai latihan,” kata rekan penulis Leonardo G. Cohen dari National Institute of Neurological Disorders and Stroke di AS dilansir Suara.com dari TheHeathSite.

Untuk penelitian ini, para peneliti merekam gelombang otak dari sekelompok relawan yang terbiasa menggunakan tangan kanan untuk menulis dan mengetik dengan teknik pemindaian yang sangat sensitif yang disebut magnetoencephalography atau MEG.

Ilustrasi pekerja kantoran (Pixabay/hamonazaryan1)
Ilustrasi pekerja kantoran (Pixabay/hamonazaryan1)

 

Mereka diminta mengetik angka sebanyak mungkin dengan tangan kiri selama 10 detik, kemudian beristirahat selama 10 detik dan mengulangi siklus sampai mereka mengetik angka 35 kali lagi.

Temuan menunjukkan kecepatan relawan di mana mereka mengetik angka dengan benar meningkat secara dramatis selama beberapa percobaan pertama dan kemudian mendatar sekitar siklus ke-11. Ini menyatakan bahwa kinerja relawan meningkat terutama selama istirahat pendek, dan bukan saat mereka latihan mengetik terus menerus, kata tim.

Dengan melihat gelombang otak, para peneliti juga menemukan pola aktivitas yang menyarankan otak peserta untuk mengonsolidasikan, atau memperkuat, ingatan selama sisanya.

Secara khusus, mereka menemukan perubahan dalam ukuran gelombang otak, yang disebut ritme beta, berkorelasi dengan peningkatan yang dilakukan para relawan selama istirahat.

Tim berencana untuk mengeksplorasi, secara rinci, peran periode istirahat awal ini dalam pembelajaran dan memori untuk mengetahui sejauh mana kemampuan bisa menguasai hal baru. (Suara.com/Dinda Rachmawati)

Berita Terkait

Berita Terkini