Terpapar Sinar Matahari Itu Perlu, Ini Manfaatnya

Pastikan tubuh terkena sinar matahari di waktu yang tepat.

Yasinta Rahmawati
Sabtu, 02 November 2019 | 11:00 WIB
Terpapar Sinar Matahari Itu Perlu, Ini Manfaatnya

Terpapar Sinar Matahari Itu Perlu, Ini Manfaatnya

himedik.com - Terlalu banyak terpapar sinar matahari diketahui memiliki efek yang buruk untuk kesehatan kulit. Meski demikian, terlalu sedikit mendapat sinar matahari juga memiliki konsekuensi sendiri.

Sebab, kurangnya paparan sinar matahari dalam jangka panjang dapat membawa efek merugikan bagi tubuh kita.

Kurangnya sinar matahari yang mengandung vitamin D dapat menyebabkan banyak masalah seperti tulang yang lemah, kelainan bentuk kaki, kanker, depresi, masalah kulit, kenaikan berat hingga masalah kognitif.

"Kurangnya paparan sinar matahari dalam jangka panjang dapat memiliki efek merugikan tubuh kita, itulah sebabnya memastikan Anda mendapatkan cukup vitamin D sangat penting, bahkan jika perlu dalam bentuk suplemen," kata Dr Clare Morrison, dokter umum dan penasihat medis seperti dikutip dari Metro.

Kekurangan vitamin D tidak hanya mempengaruhi secara fisik, tetapi juga secara mental. Tanpa paparan sinar matahari yang cukup, kadar serotonin akan turun. Kadar serotonin yang rendah dikaitkan dengan risiko lebih tinggi dari depresi berat.

Perempuan dan sinar matahari. (Shutterstock)
Perempuan dan sinar matahari. (Shutterstock)

 

Dr Clare Morrison mengatakan D3 adalah bentuk vitamin yang paling efektif dan penting, dan cara terbaik untuk mendapatkannya dalam asupan makanan adalah melalui ikan berminyak seperti mackerel dan salmon, minyak ikan, telur, hati dan mentega.

"Selain itu, tubuh membuat D3 sendiri ketika kulit terkena sinar matahari langsung," ujarnya.

Lantas, pukul berapa baiknya kita terpapar sinar matahari langsung?

Paparan sinar matahari yang direkomendasikan oleh para ahli adalah mulai dari pagi hari menjelang siang. Waktu pagi ini dianggap tepat untuk mendapatkan manfaat matahari dan mengurangi risiko bahaya paparan sinar ultraviolet.

Baca Juga: Jangan Disepelekan, Kulit Gatal tanpa Ruam Bisa Jadi Tanda Penyakit Kronis

Sebaliknya, sangat dianjurkan untuk menghindari sinar matahari pukul 10 pagi hingga pukul 3 sore.

Meski begitu, kita perlu memerhatikan durasi berada di bawah paparan matahari. Disarankan untuk menghabiskan waktu sekitar 20 hingga 30 menit di pagi dan sore hari

×
Zoomed
TERKINI
Mulailah dengan jumlah langkah yang lebih rendah dan tingkatkan secara bertahap agar tubuh bisa beradaptasi dengan baik....
info | 08:00 WIB
Migrain merupakan sakit kepala yang biasanya terjadi di satu sisi kepala....
info | 08:00 WIB
Faktor lingkungan juga berperan dalam memicu kanker....
info | 08:00 WIB
Sakit maag terjadi karena ketidakseimbangan asam lambung dalam tubuh....
info | 08:00 WIB
Untuk memenuhi asupan protein tak harus selalu mengandalkan telur lho....
info | 08:00 WIB