Anda Berisiko Alami Hal Ini Jika Terlalu Lama Berada di Dalam Ruangan

Menghabiskan terlalu lama di dalam ruangan akan berdampak buruk pada kesehatan.

Yasinta Rahmawati | Rosiana Chozanah
Selasa, 10 Desember 2019 | 10:00 WIB
Anda Berisiko Alami Hal Ini Jika Terlalu Lama Berada di Dalam Ruangan

Anda Berisiko Alami Hal Ini Jika Terlalu Lama Berada di Dalam Ruangan

himedik.com - Menghabiskan waktu di dalam ruangan, baik saat bekerja maupun mengisi hari libur, memang terkadang membuat kita lupa waktu hingga tidak sadar kita sudah lama terkurung. Hal ini sebenarnya dapat berdampak buruk pada kesehatan.

Meluangkan waktu untuk pergi ke luar rumah membuat kita terpapar sinar matahari dan udara segar. Ini juga sangat penting untuk kesehatan kita, baik mental maupun fisik.

"Paparan sinar matahari sangat penting karena dapat membantu dengan pengaturan jam sirkadian seseorang, memungkinkan tubuh untuk mensintesis vitamin D, dan juga membantu meningkatkan suasana hati seseorang," tutur Nesochi Okeke-Igbokwe, MD, MS, melansir Bustle.

Ketika Anda sudah terlalu lama berada di dalam ruangan, tubuh akan mengeluarkan tanda-tanda berikut.

1. Suasana hati buruk

Kita membutuhkan sinar matahari untuk meningkatkan kadar serotonin, eurotransmitter yang meningkatkan mood. Tingkat serotonin yang rendah sering dikaitkan dengan perubahan suasana hati, dan kadang-kadang depresi.

"Selain itu, ketika kita berada di dalam sepanjang hari, kita lebih cenderung menetap dan kurang bersosialisasi. Dan ini cenderung memiliki dampak negatif pada suasana hati kita," ungkap Psikiater Kesehatan IU, Dr. Danielle Henderson.

(Shutterstock)
Stres karena terlalu lama bekerja di ruangan (Shutterstock)

2. Kecemasan dan gelisah

Tetap berada di dalam rumah dapat membuat perasaan Anda menjadi lebih mudah marah atau cemas.

"Kita menjadi lebih mudah marah daripada biasanya dan menjadi marah karena hal-hal yang tampaknya kecil," kata Henderson.

Baca Juga: Studi Ungkap Anak Pakai Sepatu Kotor di Dalam Ruangan Kurangi Risiko Asma

3. Masalah tidur

"Paparan cahaya penting bagi jam internal tubuh kita , atau ritme sirkadian," kata Henderson.

Ritme sirkadian merespons rangsangan di lingkungan kita, sebagian besar cahaya dan kegelapan.

Pada siang hari, sinyal dikirim dari otak ke bagian lain dari tubuh yang memungkinkan kita untuk tetap waspada dan terjaga. Sedangkan pada malam hari, otak kita melepaskan melatonin, yang membantu kita tidur.

Ilustrasi tidur tak nyenyak. (Shutterstock)

4. Sistem kekebalan tubuh buruk

"Tubuh membutuhkan jumlah sinar matahari yang cukup untuk membuat vitamin D," kata Okeke-Igbokwe.

Jika berada di dalam ruangan terlalu sering, Anda mungkin menjadi kekurangan vitamin D. Padahal, vitamin D adalah nutrisi utama dalam membantu membangun sistem kekebalan tubuh yang kuat.

×
Zoomed
TERKINI
Migrain merupakan sakit kepala yang biasanya terjadi di satu sisi kepala....
info | 08:00 WIB
Faktor lingkungan juga berperan dalam memicu kanker....
info | 08:00 WIB
Sakit maag terjadi karena ketidakseimbangan asam lambung dalam tubuh....
info | 08:00 WIB
Untuk memenuhi asupan protein tak harus selalu mengandalkan telur lho....
info | 08:00 WIB
Minum air memang benar membantu menghindari penyakit ginjal. Namun.......
info | 08:00 WIB