Gula Tak Cuma Pengaruhi Kesehatan Fisik, tapi Juga Kesehatan Mental

Gula dapat membuat gejala kecemasan makin buruk.

Yasinta Rahmawati | Rosiana Chozanah
Kamis, 16 Januari 2020 | 22:00 WIB
Gula Tak Cuma Pengaruhi Kesehatan Fisik, tapi Juga Kesehatan Mental

Gula Tak Cuma Pengaruhi Kesehatan Fisik, tapi Juga Kesehatan Mental

himedik.com - Gula disebut dapat menyebabkan obesitas serta diabetes tipe 2. Namun, tidak hanya memengaruhi kesehatan fisik saja, gula juga dapat memengaruhi kesehatan mental.

Dilansir Psychology Today, berikut bagaimana gula dapat memengaruhi sejumlah masalah kesehatan mental.

1. Depresi

Peneliti menemukan, konsumsi gula secara berlebihan meningkatkan risiko depresi dan memperburuk kondisi seseorang dengan skizofrenia.

Gula dapat menekan aktivitas dari hormon BDNF, yang mana berkadar rendah pada orang dengan depresi dan skizofrenia.

Makanan dengan pemanis buatan juga merupakan akar dari peradangan kronis, yang berdampak pada sistem kekebalan tubuh, otak dan sistem lain di dalam tubuh. Menariknya, negara dengan penduduk asupan gulanya tinggi juga memiliki tingkat depresi yang tinggi.

Ilustrasi minuman tinggi gula. (Shutterstock)
Ilustrasi minuman tinggi gula. (Shutterstock)

2. Kecanduan

Meski masih kontroversial, banyak bukti menunjukkan potensi adanya kecanduan gula.

Baik narkoba, gula dan makanan cepat saji yang diolah akan membanjiri otak dengan dopamin dan seiring waktu dapat mengubah fungsi otak.

Menurut sebuah penelitian dari Universitas Yale, hanya dengan memandang milkshake, pusat penghargaan di otak seseorang diaktifkan.

Baca Juga: Perut Bunyi saat Tidak Lapar? Bisa Jadi Tanda Gula Darah Rendah

Ilustrasi minum minuman bersoda. (Shutterstock)
Ilustrasi minum minuman bersoda. (Shutterstock)

3. Kecemasan

Gula memang tidak secara langsung dapat menyebabkan kecemasan, tetapi dapat memperburuk gejalanya dan mengganggu kemampuan tubuh dalam mengatasi stres.

Makanan manis dapat menyebabkan sulit berpikir dan kelelahan, yang semuanya dapat diartikan sebagai tanda serangan panik, sehingga meningkatkan kekhawatiran dan ketakutan.

Dalam studi 2009, tikus yang diberi sukrosa menunjukkan tanda-tanda kecemasan daripada tikus yang diberi madu dengan antioksidan tinggi.

Mengubah pola makan dengan membatasi gula memang tidak dapat menyembuhkan kecemasan, tetapi bisa meminimalkan gejalanya, meningkatkan energi dan meningkatkan kemampuan tubuh untuk mengatasi stres.

×
Zoomed
TERKINI
Mulailah dengan jumlah langkah yang lebih rendah dan tingkatkan secara bertahap agar tubuh bisa beradaptasi dengan baik....
info | 08:00 WIB
Migrain merupakan sakit kepala yang biasanya terjadi di satu sisi kepala....
info | 08:00 WIB
Faktor lingkungan juga berperan dalam memicu kanker....
info | 08:00 WIB
Sakit maag terjadi karena ketidakseimbangan asam lambung dalam tubuh....
info | 08:00 WIB
Untuk memenuhi asupan protein tak harus selalu mengandalkan telur lho....
info | 08:00 WIB