Karena Virus Corona, Viral Dokter Marah-Marah Tak Bisa Rayakan Imlek

Seperti diketahui, para dokter dan petugas medis lainnya bekerja tanpa henti menangani pasien yang terjangkit virus corona.

Yasinta Rahmawati | Rosiana Chozanah
Minggu, 26 Januari 2020 | 17:00 WIB
Karena Virus Corona, Viral Dokter Marah-Marah Tak Bisa Rayakan Imlek

Karena Virus Corona, Viral Dokter Marah-Marah Tak Bisa Rayakan Imlek

himedik.com - Kasus virus corona Wuhan makin bertambah. Sekarang telah dikonfirmasi, jumlah orang yang terinfeksi mencapai 1.600 di China dan ada 54 kasus kematian.

Sejak ditutupnya akses Kota Wuhan pada Jumat (24/1/2020), penduduk setempat menjuluki kota tersebut sebagai 'zombieland'.

Kondisi ini membuat rumah sakit di kota dengan populasi sekitar 11 juta orang tersebut penuh pasien, sedangkan staf medis dan obat-obatan makin terbatas.

Berdasarkan Yahoo News, dilaporkan ada 15 tim medis menderita pneumonia, dan satu dari mereka baru saja meninggal, Sabtu (25/1/2020) pagi.

Dari laporan ini, tidak diragukan lagi bahwa banyak perawat dan dokter yang tidak hanya terpapar virus, tetapi juga bekerja terlalu keras.

Terkait masalah ini, beredar sebuah video yang memperlihatkan seorang dokter marah-marah saat melakukan panggilan telepon.

Dokter marah kepada tim manajemen rumah sakit (YouTube/CinarTV)
Dokter marah kepada tim manajemen rumah sakit (YouTube/CinarTV)

Dilansir World of Buzz, dalam video berdurasi 1,5 menit itu, sang dokter pria terlihat marah karena tim manajemennya gagal mengubungi kepala rumah sakit.

"Kapan kami bisa melihatmu? Bagaimana kita bisa pulang dan menghabiskan waktu bersama keluarga untuk Tahun Baru Imlek? Apa yang sudah kalian lakukan?" teriak dokter tersebut.

Ia juga menyebutkan bagaimana timnya harus mengatur empat shift kerja untuk satu hari dan mereka harus kembali bekerja sesegera mungkin setiap kali selesai makan.

Dokter marah kepada tim manajemen rumah sakit (YouTube/CinarTV)
Dokter marah kepada tim manajemen rumah sakit (YouTube/CinarTV)

Bahkan, mereka akan dihukum jika terlambat bekerja.

Baca Juga: Viral Kantong Empedu Diduga Penuh Boba, Ternyata Begini Faktanya!

"Apakah Anda pikir kita [dokter] tidak perlu hidup? Bahkan, apa yang kalian lakukan?" lanjutnya lagi.

Namun, kemarahannya terhadap tim manajemen rumah sakit tidak mendapat respons baik. Malah, dokter itu diberi tahu untuk memindahkan pasien yang tergeletak di lantai rumah sakit.

×
Zoomed
TERKINI
Migrain merupakan sakit kepala yang biasanya terjadi di satu sisi kepala....
info | 08:00 WIB
Faktor lingkungan juga berperan dalam memicu kanker....
info | 08:00 WIB
Sakit maag terjadi karena ketidakseimbangan asam lambung dalam tubuh....
info | 08:00 WIB
Untuk memenuhi asupan protein tak harus selalu mengandalkan telur lho....
info | 08:00 WIB
Minum air memang benar membantu menghindari penyakit ginjal. Namun.......
info | 08:00 WIB