Info

Rempah-Rempah Bisa Lawan Virus Corona Covid-19, Begini Caranya!

Seorang profesor menemukan bahwa rempah-rempah seperti kunyit bisa membantu melawan atau mencegah virus corona Covid-19.

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni

Ilustrasi rempah-rempah. (unsplash)
Ilustrasi rempah-rempah. (unsplash)

Himedik.com - Kasus virus corona Covid-19 yang menyerang 2 orang Indonesia membuat masyarakat mulai khawatir. Seorang Guru Besar Universita Airlangga (Unair) Surabaya, Profesor Dr. drh Chairul Anwar Nidom, menemukan obat-obatan herbal untuk melawan virus corona Covid-19.

Menurut Profesor Nidom, virus corona Covid-19 dari Wuhan itu bisa ditanggulangi dengan obat herbal. Sebelumnya, Profesor Nidom juga pernah menjadi salah satu peneliti virus flu burung.

Virus tersebut bisa dicegah dengan mengonsumsi tumbuhan curcumin atau yang biasa disebut rempah-rempah. Adapun tumbuh yang masuk kategori curcumin yakni jahe, temulawak, sereh, kunyit dan sejenisnya.

"Pada dasarnya virus corona ini merupakan satu kingdom dengan influenza yang bisa ditangkal atau dicegah dengan curcumin," ungkap Profesor Nidom kepada Suara.com, Senin (2/3/2020).

Profesor Nidom pun berpendapat formulasi curcumin ini juga bisa digunakan untuk mengatasi virus corona Covid-19. Karena, curcumin bisa meningkatkan antibodi dan menguatkan sel-sel tubuh.

"Pada dasarnya formula obat ini bisa digunakan untuk preventif virus corona," jelasnya.

Kunyit (Pixabay/sergioyahni)
Kunyit (Pixabay/sergioyahni)

 

Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal PLOS ONE (Public Library of Science) dilansir oleh food.ndtv.com, curcumin adalah senyawa yang biasa ditemukan dalam kunyit.

Senyawa ini memiliki sifat antiinflamasi yang membantu meningkatkan kekebalan tubuh. Apalagi bila Anda mengonsumsi kunyit mentah yang dianggap jauh lebih bagus.

Sebagian besar curcumin dalam makanan atau suplemen tetap berada di saluran pencernaan dan setiap bagian yang diserap dimetabolisme dengan cepat.

Nicholas Young, seorang peneliti pascadoktoral dalam reumatologi dan imunologi di Ohio State dan penulis utama studi ini telah menyelidiki efek biologis curcumin ke seluruh tubuh hingga manfaatnya untuk melawan penyakit.

Studi ini menunjukkan bahwa curcumin bermanfaat melawan penyakit melalui sifat anti-inflamasinya. Dalam penelitian tersebut, bubuk curcumin dicampur dengan minyak jarak dan polietilen glikol yang prosesnya disebut nano-emulsion.

Proses ini menciptakan cairan yang penuh dengan mikrovesikel yang mengandung curcumin. Proses ini memungkinkan senyawa larut dan lebih mudah diserap oleh usus untuk memasuki aliran darah dan jaringan.

Studi ini juga menemukan bahwa curcumin emulsi-nano menghentikan perekrutan sel-sel kekebalan yang disebut makrofag yang menyerang patogen, tetapi juga berkontribusi terhadap peradangan dengan mengeluarkan bahan kimia pro-inflamasi.

Berita Terkait

Berita Terkini