Benarkah Mata Merah Tanda Infeksi Virus Corona Covid-19? Ini Kata Ahli!

Penemuan terbaru menyatakan bahwa mata merah termasuk tanda infeksi virus corona Covid-19, tetapi beberapa ahli mengatakan tidak.

Rima Sekarani Imamun Nissa | Shevinna Putti Anggraeni
Jum'at, 27 Maret 2020 | 13:00 WIB
Benarkah Mata Merah Tanda Infeksi Virus Corona Covid-19? Ini Kata Ahli!

Benarkah Mata Merah Tanda Infeksi Virus Corona Covid-19? Ini Kata Ahli!

himedik.com - Penularan virus corona Covid-19 diduga bisa melalui mata, selain mulut dan hidung. Hal ini pun mendorong asosiasi dokter mata terbesar di dunia untuk mewaspadai tanda-tanda peringatan pada pasien.

American Academy of Ophthalmology, dilansir oleh today.com, mengatakan patogen dapat menyebabkan mata merah atau konjungtivitis, yakni radang jaringan bening yang menutupi bagian putih mata. Kondisi ini bisa terjadi pada sekitar 1-3 persen orang yang terinfeksi virus corona Covid-19.

Sebelumnya, telah muncul peringatan bahwa partikel-partikel virus bisa ditemukan dalam sekresi mata. Tetapi, sebuah penelitian menunjukkan risiko penularan virus melalui air mata masih rendah.

Karena itu, dokter mata pun disarankan untuk memperhatian pasiennya yang mengeluhkan mata merah dengan gejala termasuk kemerahan, pembengkakan dan terkadang ada cairan lengket di satu atau kedua mata. Apalagi jika pasien mengalami demam, gejala pernapasan (batuk dan pilek) dan sesak napas.

Selain itu, dokter mata juga perlu mengetahui riwayat perjalanan pasien yang mengeluhkan masalah-masalah tersebut. Dokter mata perlu mewaspadai jika pasien pernah melakukan perjalanan ke wilayah yang terdampak corona Covid-19, yakni Korea Selatan, China, Italia, Iran hingga Amerika Serikat.

Ilustrasi mata merah [shutterstock]
Ilustrasi mata merah [shutterstock]

Kalau pasien tak melakukan perjalanan ke daerah yang terkena wabah, mungkin saja pasien berinteraksi dekat dengan anggota keluarga atau kerabatnya yang baru pulang dari tempat wabah virus corona Covid-19.

Jika benar, pasien sudah dapat diduga terinfeksi virus corona Covid-19. Sehingga dokter mata perlu mengambil tindakan pencegahan, karena orang yang mengalami mata merah tak kunjung mereda pasti akan mencari bantuannya.

Seorang perawat di Life Care Center di Kirkland, Washington pun sudah mengamati banyak pasien virus corona Covid-19 yang mengalami mata merah.

"Mata mereka seperti terkena alergi. Bagian putih matanya memerah dan mereka seperti memakai eye shadow karena bagian luar matanya juga ikut memerah," kata Chelsy Earnest kepada CNN.

Namun, Dr. Sonal Tuli, seorang juru bicara klinis untuk Akademi Oftalmologi Amerika berpendapat bahwa mata merah tak cukup untuk mendeteksi seseorang terinfeksi virus corona Covid-19. Sebab, belum ada cukup data bahwa mata merah termasuk salah satu gejala corona Covid-19.

Baca Juga: Ibunda Jokowi Meninggal karena Kanker Tenggorokan, Kenali Gejalanya!

Dr. Thomas Steinemann, dokter spesialis mata bersertifikat di MetroHealth Medical Center di Cleveland, Ohio juga mengatakan banyak virus yang dapat menyebabkan mata merah.

"Kalau Anda melihat mata merah di setiap musim dingin di AS, sebagain besar kasus disebabkan oleh virus," jelasnya.

Namun, tidak ada cara untuk mengetahui virus mana yang menyebabkan mata merah. Kecuali, dokter menyeka konjungtiva, yakni selaput lendir pada permukaan mata dan menguji spesimen.

×
Zoomed
TERKINI
Migrain merupakan sakit kepala yang biasanya terjadi di satu sisi kepala....
info | 08:00 WIB
Faktor lingkungan juga berperan dalam memicu kanker....
info | 08:00 WIB
Sakit maag terjadi karena ketidakseimbangan asam lambung dalam tubuh....
info | 08:00 WIB
Untuk memenuhi asupan protein tak harus selalu mengandalkan telur lho....
info | 08:00 WIB
Minum air memang benar membantu menghindari penyakit ginjal. Namun.......
info | 08:00 WIB