Beberapa Pasien Covid-19 yang Pulih Kembali Dinyatakan Positif

Hal ini seakan menunjukkan wabah di Wuhan belum berakhir.

Galih Priatmojo | Rosiana Chozanah
Sabtu, 28 Maret 2020 | 18:30 WIB
Beberapa Pasien Covid-19 yang Pulih Kembali Dinyatakan Positif

Beberapa Pasien Covid-19 yang Pulih Kembali Dinyatakan Positif

himedik.com - Ketika China berencana untuk mencabut status lockdown di Wuhan pada bulan depan, sejumlah pasien yang sebelumnya pulih dari Covid-19, yang disebabkan oleh virus corona baru, justru kembali positif.

Berdasarkan data dari beberapa fasilitas karantina yang menampung pasien untuk pengamatan lebih lanjut setelah keluar dari rumah sakit, menunjukkan sekitar 5% hingga 10% pasien yang dinyatakan pulih telah dites positif lagi.

Dilaporkan npr.org, diduga beberapa dari mereka yang kembali positif adalah pembawa tanpa gejala atau asimtomatik carrier. Hal ini seolah menunjukkan wabah di Wuhan belum berakhir.

Ahli virologi berpikir bahwa tidak mungkin pasien Covid-19 dapat terinfeksi ulang begitu cepat setelah pemulihan. Namun, saat itu mereka berpendapat bahwa masih terlalu dini untuk mengetahuinya.

Di sisi lain, di bawah pedoman pencegahan Covid-19 terbaru, China tidak memasukkan secara keseluruhan jumlah harian untuk total kasus dan untuk kasus-kasus baru ini, yaitu orang yang kembali dites positif setelah dinyatakan sembuh.

Pasien corona. (Antara)
Pasien corona. (Antara)

"Saya tidak tahu mengapa pihak berwenang memilih untuk tidak menghitung kasus (tanpa gejala) dalam jumlah kasus resmi. Saya bingung," ujar seorang dokter Wuhan yang kembali dites positif.

Empat orang dari mereka yang terdeteksi kembali mengaku sudah diisolasi di bawah pengawasan medis. Hingga saat ini, belum diketahui apakah mereka bisa menularkan dan alasan mereka kembali positif terinfeksi virus corona baru.

Pakar menduga bahwa ada kemungkinan mereka mendapat hasil tes negatif yang palsu. Ini dapat terjadi jika swab yang digunakan untuk mengumpulkan sampel melewatkan bagian dari virus itu sendiri.

Sedangkan teori lainnya adalah bahwa tes positif kedua ini yang palsu.

"Ada positif palsu dengan jenis tes ini," tutur seorang profesor ilmu kesehatan lingkungan di Universitas Columbia, Dr Jeffrey Shaman.

Baca Juga: Pandemi Corona Belum Berakhir, India Justru Hentikan Ekspor Obat Malaria

Catatan Redaksi: Jika Anda merasakan gejala batuk-batuk, demam, dan lainnya serta ingin mengetahui informasi yang benar soal virus corona Covid-19, sila hubungi Hotline Kemenkes 021-5210411 atau kontak ke nomor 081212123119.

×
Zoomed
TERKINI
Migrain merupakan sakit kepala yang biasanya terjadi di satu sisi kepala....
info | 08:00 WIB
Faktor lingkungan juga berperan dalam memicu kanker....
info | 08:00 WIB
Sakit maag terjadi karena ketidakseimbangan asam lambung dalam tubuh....
info | 08:00 WIB
Untuk memenuhi asupan protein tak harus selalu mengandalkan telur lho....
info | 08:00 WIB
Minum air memang benar membantu menghindari penyakit ginjal. Namun.......
info | 08:00 WIB