Virus Corona Bisa Bertahan di Permukaan Masker Bedah selama 7 Hari

Para peneliti dari Universitas Hong Kong (HKU) secara mengejutkan, menyatakan bahwa virus corona bisa bertahan di lapisan masker bedah, bahkan hingga 7 hari.

Yasinta Rahmawati | Fita Nofiana
Selasa, 07 April 2020 | 10:30 WIB
Virus Corona Bisa Bertahan di Permukaan Masker Bedah selama 7 Hari

Virus Corona Bisa Bertahan di Permukaan Masker Bedah selama 7 Hari

himedik.com - Para peneliti dari Universitas Hong Kong (HKU) menyatakan bahwa virus corona bisa bertahan di lapisan masker bedah, bahkan hingga 7 hari.

"Inilah sebabnya mengapa sangat penting jika Anda mengenakan masker bedah Anda tidak menyentuh bagian luar masker," kata Malik Peiris, seorang ahli virologi klinis dan kesehatan masyarakat pada South China Morning Post (SCMP).

"Karena Anda dapat mencemari tangan Anda dan jika Anda menyentuh mata, Anda bisa memindahkan virus ke mata," tambah Peiris yang merupakan bagian dari peneliti.

Para peneliti juga mengatakan bahwa hasil itu tidak mencerminkan potensi untuk menularkan virus dari kontak biasa. Kesimpulan tersebut karena penelitian yang dilakukan oleh pihak HKU mendeteksi virus dari alat-alat laboratorium bukan kulit atau tangan manusia.

Meskipun menurut HKU tidak ada potensi penularan, namun sebuah studi Amerika menyimpulkan bahwa virus tetap menular pada beberapa permukaan selama berhari-hari.

Mereka menemukan virus corona bisa bertahan plastik dan baja hingga 72 jam, tetapi tidak bertahan lebih dari empat jam pada tembaga, dan 24 jam pada kardus.

Sejumlah warga menggunakan masker melintas di terowongan kawasan Stasiun Sudirman, Jakarta, Minggu (6/4). [Suara.com/Angga Budhiyanto]
Sejumlah warga menggunakan masker melintas di terowongan kawasan Stasiun Sudirman, Jakarta, Minggu (6/4). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Tim penelitian Amerika tersebut terdiri dari ilmuwan Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular dan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS.

Temuan dari HKU menambah pembicaraan tentang kesehatan dan kebersihan masyarakat, serta tindakan pencegahan apa yang harus diambil.

Mereka juga menyatakan, bahwa disinfektan rumah tangga biasa termasuk pemutih, efektif dalam membunuh virus.

"Sars-CoV-2 bisa sangat stabil di lingkungan yang menguntungkan, tetapi juga rentan terhadap metode desinfeksi standar," ujar peneliti HKU.

Baca Juga: 7 Gejala Tak Biasa Covid-19, Jarang tapi Tetap Perlu Diwaspadai

Menurut pihak HKU, Leo Poon yang juga merupakan kepala divisi labaoratorium kesehatan masyarakat, menyatakan bahwa cuci tangan masih menjadi rekomendasi teratas.

"Jika Anda ingin melindungi diri Anda hanya menjaga kebersihan, cuci tangan Anda sesering mungkin. Cobalah untuk tidak menyentuh wajah Anda, mulut atau hidung tanpa membersihkan tangan terlebih dahulu," katanya pada SCMP.

"Pesan yang paling penting adalah cuci tanganmu,” tambahnya.

Ilustrasi masker dan virus corona. (Pixabay)
Ilustrasi masker dan virus corona. (Pixabay)

 

Selain permukaan masker, para peneliti juga menguji berapa lama virus bisa tetap menular pada suhu kamar di berbagai permukaan.

Mereka menguji kertas dan tisu di mana virus bertahan kurang dari tiga jam. Sementara pada kayu dan kain virus bisa menghilang pada hari kedua.

Pada gelas dan uang kertas, virus itu masih terlihat pada hari kedua tetapi sudah hilang pada hari keempat. Sedangkan pada stainless steel dan plastik, virus masih ada selama empat hingga tujuh hari.

×
Zoomed
TERKINI
Migrain merupakan sakit kepala yang biasanya terjadi di satu sisi kepala....
info | 08:00 WIB
Faktor lingkungan juga berperan dalam memicu kanker....
info | 08:00 WIB
Sakit maag terjadi karena ketidakseimbangan asam lambung dalam tubuh....
info | 08:00 WIB
Untuk memenuhi asupan protein tak harus selalu mengandalkan telur lho....
info | 08:00 WIB
Minum air memang benar membantu menghindari penyakit ginjal. Namun.......
info | 08:00 WIB