Dokter: Infeksi Covid-19 Buat Lansia Susah Makan hingga Linglung

Mereka dinilai menunjukkan gejala atipikal atau tidak biasa saat terinfeksi corona Covid-19.

Yasinta Rahmawati | Rosiana Chozanah
Jum'at, 24 April 2020 | 20:30 WIB
Dokter: Infeksi Covid-19 Buat Lansia Susah Makan hingga Linglung

Dokter: Infeksi Covid-19 Buat Lansia Susah Makan hingga Linglung

himedik.com - Pasien lanjut usia (lansia) yang menderita Covid-19 tercatat menunjukkan beberapa gejala atipikal atau tidak umum. Hal ini mempersulit upaya untuk memastikan mereka mendapatkan perawatan yang tepat waktu dan sesuai.

Covid-19 umumnya ditandai dengan tiga gejala umum, yaitu demam, batuk kering terus menerus dan sesak napas. Tetapi pasien lansia, kelompok usia yang paling berisiko mengalami komplikasi parah atau kematian, mungkin tidak memiliki gejala Covid-19 tersebut.

Sebaliknya, para lansia mungkin tampak 'tidak aktif', tidak bertindak seperti diri mereka sendiri, sejak awal terinfeksi virus corona baru.

Misalnya, waktu tidur mereka menjadi lebih banyak dari biasanya atau tiba-tiba berhenti makan. Mereka juga tampak apatis atau bingung, kehilangan orientasi di lingkungan mereka, pusing, dan kondisinya turun. Terkadang, mereka berhenti berbicara atau pingsan.

"Dengan banyak kondisi, orang yang sudah tua tidak menunjukkan gejala dengan cara yang khas, dan kami melihat itu pada infeksi Covid-19 juga," ujar Dr. Camille Vaughan, kepala seksi geriatrik dan gerontologi di Emory University.

Ilustrasi lansia sakit. (Pixabay)
Ilustrasi lansia sakit. (Pixabay)

Respon imun yang berubah

Dilansir CNN Internasional, alasan semua itu berkaitan dengan bagaimana tubuh yang lebih tua merespons penyakit dan infeksi.

"Pada usia lanjut, respons kekebalan seseorang mungkin tumpul dan kemampuan mereka untuk mengatur suku dapat berubah," jelas Dr. Joseph Ouslander, seorang profesor kedokteran geriatri di Schmidt College of Medicine di Florida Atlantic University.

Menurutnya, penyakit kronis yang diderita para lansia juga dapat menutupi atau menganggu tanda infeksi Covid-19.

"Beberapa orang tua, baik karena perubahan terkait usia atau masalah neurologis sebelumnya seperti stroke, mungkin telah mengubah refleks batuk. Orang lain dengan gangguan kognitif mungkin tidak dapat mengomunikasikan gejala mereka," sambungnya.

Baca Juga: Studi: Ivermectin Bisa Usir Virus Corona dalam Waktu 48 Jam

×
Zoomed
TERKINI
Migrain merupakan sakit kepala yang biasanya terjadi di satu sisi kepala....
info | 08:00 WIB
Faktor lingkungan juga berperan dalam memicu kanker....
info | 08:00 WIB
Sakit maag terjadi karena ketidakseimbangan asam lambung dalam tubuh....
info | 08:00 WIB
Untuk memenuhi asupan protein tak harus selalu mengandalkan telur lho....
info | 08:00 WIB
Minum air memang benar membantu menghindari penyakit ginjal. Namun.......
info | 08:00 WIB