Kenapa Orang Positif Corona Covid-19 Tak Alami Gejala? Ini Penyebabnya!

Umumnya, orang yang terinfeksi virus corona Covid-19 akan mengalami demam tinggi dan batuk kering, tetapi ada pula yang tidak merasakan gejala apapun.

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni
Jum'at, 08 Mei 2020 | 10:00 WIB
Kenapa Orang Positif Corona Covid-19 Tak Alami Gejala? Ini Penyebabnya!

Kenapa Orang Positif Corona Covid-19 Tak Alami Gejala? Ini Penyebabnya!

himedik.com - Saat ini wabah virus corona Covid-19 asal China telah menginfeksi 3,8 juta orang di seluruh dunia. Cara virus corona Covid-19 menginfeksi setiap orang pun berbeda-beda.

Umumnya, orang yang terinfeksi virus corona Covid-19 akan mengalami demam tinggi dan batuk kering. Tetapi, ada pula yang tidak mengalaminya atau memiliki gejala lain.

Studi baru yang dilansir oleh Asia One menunjukkan sebanyak 80 persen lebih orang yang terinfeksi virus corona Covid-19 adalah pembawa diam atau tidak memiliki gejala apapun.

Dalam hal ini, anak-anak dan remaja termasuk golongan yang cenderung hanya mengalami gejala ringan atau tidak mengalami gejala apapun.

Sebenarnya peneliti belum mengetahui penyebab beberapa orang dengan virus corona Covid-19 mengalami gejala dan beberapa lainnya tidak. Bahkan, ada pula penderita corona Covid-19 yang mengembangkan penyakit mematikan.

ilustrasi pasien corona Covid-19 (Shutterstock)
ilustrasi pasien corona Covid-19 (Shutterstock)

Namun, peneliti menduga ada dan tidaknya gejala virus corona Covid-19 mungkin dipengaruhi oleh dasar respons imun seseorang.

Orang yang memiliki dasar respons imun kuat selama masa inkubasi virus, maka mereka bisa mencegah terjadinya infeksi. Sistem kekebalan tubuh memberi kita dua garis pertahanan terhadap virus.

Garis pertahanan pertama adalah sistem bawaan dan termasuk hambatan fisik seperti kulit dan selaput lendir (selaput tenggorokan dan hidung), berbagai protein dan molekul yang ditemukan dalam jaringan, serta beberapa sel darah putih yang menyerang organisme penyerang.

Sebenarnya, anak-anak memiliki sistem kekebalan tubuh yang belum matang. Tetapi, satu hipotesis menjelaskan penyebab anak-anak tidak sakit ketika terinfeksi virus corona Covid-19.

Hal tersebut bisa terjadi karena sistem kekebalan tubuh bawaan mereka terhadap virus corona Covid-19 lebih besar daripada orang dewasa.

Baca Juga: Temuan Baru, Alat Bedah Bisa Tertinggal dalam Tubuh Pasien hingga 6 Bulan!

Ilustrasi virus corona Covid-19. [Shutterstock]
Ilustrasi virus corona Covid-19. [Shutterstock]

Hal ini bisa menyebabkan penurunan viral load, yakni jumlah partikel virus yang bertahan di dalam tubuh karena mereka bisa membersihkan virus lebih cepat.

Garis pertahanan kedua dalah respons imun adaptif. Garis pertahanan ini membutuhkan waktu lebih lama untuk memulai tetapi sekali terbentuk, jauh lebih efisien dalam memberantas infeksi tertentu ketika menjumpainya lagi.

Variasi genetik yang sangat spesifik pada beberapa orang diperkirakan mungkin berperan dalam tingkat keparahan gejalanya atau seberapa sakit kondisinya.

Karena respons imun adaptif awal, tubuh nampaknya mengenali virus selama masa inkubasi dan melawannya.

Namun, seseorang juga harus dalam kondisi sehat secara umum supaya bisa meningkatkan respons imun yang tepat terhadap infeksi.

×
Zoomed
TERKINI
Migrain merupakan sakit kepala yang biasanya terjadi di satu sisi kepala....
info | 08:00 WIB
Faktor lingkungan juga berperan dalam memicu kanker....
info | 08:00 WIB
Sakit maag terjadi karena ketidakseimbangan asam lambung dalam tubuh....
info | 08:00 WIB
Untuk memenuhi asupan protein tak harus selalu mengandalkan telur lho....
info | 08:00 WIB
Minum air memang benar membantu menghindari penyakit ginjal. Namun.......
info | 08:00 WIB