Studi: Ruang Minim Ventilasi Lebih Berisiko Tularkan Covid-19

Ruang dengan ventilasi buruk seperti perkantoran akan meningkatkan risiko penularan virus corona.

Yasinta Rahmawati | Fita Nofiana
Sabtu, 09 Mei 2020 | 06:00 WIB
Studi: Ruang Minim Ventilasi Lebih Berisiko Tularkan Covid-19

Studi: Ruang Minim Ventilasi Lebih Berisiko Tularkan Covid-19

himedik.com - Sebuah studi di kantor call center Seoul, Korea Selatan, mengungkapkan bahwa hampir setengah dari karyawan di satu lantai kantor terinfeksi virus corona Covid-19. Hal ini berkaitan dengan adanya ventilasi udara.

Melansir dari Business Insider, menurut William Schaffner, seorang profesor penyakit menular di Universitas Vanderbilt, partikel-partikel virus corona dapat lebih mudah berlama-lama di udara dalam ruang kecil seperti lift.

"Dalam ruang tertutup yang begitu rapat tanpa pergerakan udara yang kuat untuk waktu yang singkat, saya khawatir Anda mungkin akan terpapar," kata Schaffner.

Wabah di call center Seoul memberikan studi kasus yang jelas tentang transmisi di perkantoran. Dari 811 karyawan, 97 orang terinfeksi di mana 94 di antaranya berada dalam lantai yang sama.

"Meskipun ada interaksi yang cukup besar antara pekerja di lantai X gedung yang berbeda di lift dan lobi, penyebaran Covid-19 hampir secara eksklusif terbatas pada lantai 11, yang menunjukkan bahwa durasi interaksi kemungkinan merupakan fasilitator penyebaran," tulis CDC Korea dalam laporannya.

Pekerja kantor. (unsplash)
ilustrasi kantor. (unsplash)

Para ilmuwan meyakini, bahwa virus corona menyebar melalui tetesan liur yang melompat di udara ketika orang yang terinfeksi batuk, bersin, atau berbicara. Hal tersebut yang kemudian menunjukkan, bahwa ruang dengan ventilasi buruk, seperti perkantoran memang meningkatkan risiko.

Hal yang sama berlaku untuk rumah sakit.

Sebuah studi yang diterbitkan di jurnal Nature menemukan bahwa partikel virus terkonsentrasi di udara dalam area toilet 9 kaki persegi di kamar pasien rumah sakit Wuhan, China. Toilet tersebut tidak berventilasi.

Namun, di daerah bangsal berventilasi, jumlah virus sangat rendah. Hal ini membuat sebagian besar penularan virus corona terjadi di dalam ruangan.

Sebuah laporan awal dari para ilmuwan Jepang menyatakan, bahwa kemungkinan orang yang terinfeksi Covid-19 di lingkungan tertutup adalah 18,7 kali lebih besar dibandingkan dengan lingkungan terbuka.

Baca Juga: WHO Luncurkan Empat Kiat Meredakan Stres, Praktis Dilakukan!

"Prinsip umumnya, di luar lebih baik daripada di dalam; terbuka lebih baik daripada tertutup; lebih sedikit lebih baik daripada lebih banyak orang; dan menjauh dari orang sakit," kata Dr. Erich Anderer, seorang ahli bedah saraf.

Restoran, penjara, dan panti jompo semuanya berisiko tinggi.

×
Zoomed
TERKINI
Mulailah dengan jumlah langkah yang lebih rendah dan tingkatkan secara bertahap agar tubuh bisa beradaptasi dengan baik....
info | 08:00 WIB
Migrain merupakan sakit kepala yang biasanya terjadi di satu sisi kepala....
info | 08:00 WIB
Faktor lingkungan juga berperan dalam memicu kanker....
info | 08:00 WIB
Sakit maag terjadi karena ketidakseimbangan asam lambung dalam tubuh....
info | 08:00 WIB
Untuk memenuhi asupan protein tak harus selalu mengandalkan telur lho....
info | 08:00 WIB