Lebih Mudah, Pakar Kembangkan Obat Two-In-One untuk Penderita Diabates!

Obat ini mengandung dua hormon yang dapat menstabilkan kadar gula darah.

Yasinta Rahmawati | Rosiana Chozanah
Minggu, 17 Mei 2020 | 22:00 WIB
Lebih Mudah, Pakar Kembangkan Obat Two-In-One untuk Penderita Diabates!

Lebih Mudah, Pakar Kembangkan Obat Two-In-One untuk Penderita Diabates!

himedik.com - Kabar bahagia untuk penderita diabetes! Tim peneliti dari Standford telah mengembangkan obat suntik two-in-one yang dapat membantu pasien diabetes mengendalikan gula darah mereka dengan lebih baik.

Dilansir dari The Health Site, suntikan ini mengandung kombinasi insulin dan obat yang didasarkan pada hormon kedua, amylin. Hormon ini memainkan peran sinergis dengan insulin untuk mengontrol gula darah setelah makan.

Obat berbasis amylin sendiri memang sudah tersedia secara komersial.

Tetapi diperkirakan hanya sedikit penderita diabetes yang melakukan terapi insulin (kurang dari 1%) yang juga menggunakan pengobatan komplementer ini (obat berbasis amylin).

Sebab, baik insulin dan amylin, terlalu tidak stabil jika digunakan secara terpisah namun bersamaan.

Seorang perempuan menyuntikkan obat diabetes. [shutterstock]
Ilustrasi menyuntikkan insulin [shutterstock]

Menggunakan obat amylin dengan suntikan insulin adalah penghalang bagi sebagian pasien, kata pemimpin penelitian di Stanford, Eric Appel.

Sehingga, teknik baru mereka ini, yaitu obat two-in-one, akan memungkinkan kedua hormon diberikan secara bersamaan dalam satu injeksi atau dalam pompa insulin.

Melibatkan lapisan pelindung yang membungkus molekul insulin dan amylin, untuk pertama kalinya teknik ini memungkinkan kedua hormon untuk 'hidup berdampingan' dalam satu suntikan.

Appel menjelaskan, lapisan pelindung ini akan larut dalam aliran darah, memungkinkan hormon untuk bekerja sama dengan cara meniru cara kerja hormon pada orang sehat.

Para peneliti telah menguji stabilitas obatnya di laboratorium, mereka selanjutnya akan menguji apakah teknik ini tidak beracun sebelum memulai uji coba pada manusia.

Baca Juga: Penderita Diabetes dengan Covid-19 Perlu Serius Kontrol Gula Darah

Makalah penelitian ini terbit di Nature Biomedical Engineering pada Senin (11/5/2020) kemarin.

×
Zoomed
TERKINI
Migrain merupakan sakit kepala yang biasanya terjadi di satu sisi kepala....
info | 08:00 WIB
Faktor lingkungan juga berperan dalam memicu kanker....
info | 08:00 WIB
Sakit maag terjadi karena ketidakseimbangan asam lambung dalam tubuh....
info | 08:00 WIB
Untuk memenuhi asupan protein tak harus selalu mengandalkan telur lho....
info | 08:00 WIB
Minum air memang benar membantu menghindari penyakit ginjal. Namun.......
info | 08:00 WIB