Merokok Tingkatkan Aktivitas ACE2, Jalan Virus Menuju Sel Tubuh

Merokok dapat meningkakan ekspresi ACE2, protein yang mengikat SARS-CoV-2 dan bisa menjadi jalan virus corona baru menuju sel.

Yasinta Rahmawati | Fita Nofiana
Selasa, 19 Mei 2020 | 20:30 WIB
Merokok Tingkatkan Aktivitas ACE2, Jalan Virus Menuju Sel Tubuh

Merokok Tingkatkan Aktivitas ACE2, Jalan Virus Menuju Sel Tubuh

himedik.com - Orang yang masih merokok bisa membuat Angiotensin Converting Enzyme 2  A(CE2) dalam tubuhnya lebih berekspresi, sehingga akan aktif membawa virus corona ke sel tubuh. 

Hal tersebut dilaporkan dalam studi yang diterbitkan di jurnal Developmental Cell pada Jumat (15/5/2020).

Dilansir dari Medical Xpress, studi menunjukkan bahwa merokok dalam waktu lama dapat menyebabkan peningkatan enzim ACE2 di paru-paru dan mungkin menghasilkan tingkat morbiditas yang lebih tinggi pada pasien Covid-19.

"Hasil kami memberikan petunjuk mengapa perokok yang mengembangkan Covid-19 cenderung memiliki hasil klinis yang buruk," kata penulis senior Jason Sheltzer, ahli genetika kanker di Cold Spring Harbor Laboratory.

"Kami menemukan bahwa merokok menyebabkan peningkatan signifikan dalam ekspresi ACE2, protein yang digunakan SARS-CoV-2 untuk memasuki sel manusia," tambahnya.

ACE2 adalah protein pengatur yang telah dikaitkan dengan kerentanan terhadap virus corona penyebab SARS.

"Bukti dari percobaan tikus menunjukkan bahwa kadar ACE2 yang lebih tinggi membuat tikus lebih rentan terhadap SARS," kata Sheltzer.

"Pekerjaan yang lebih baru dengan SARS-CoV-2 menemukan bahwa ketika ACE2 diekspresikan pada tikus yang terinfeksi Covid-19, mereka mati lebih cepat," imbuhnya.

Ilustrasi merokok. (Unsplash/Jaroslav Devia)
Ilustrasi merokok. (Unsplash/Jaroslav Devia)

Pada manusia, paru-paru bertindak sebagai salah satu lokasi utama produksi ACE2.

Untuk menilai dampak langsung merokok pada ekspresi ACE2 di paru-paru, Sheltzer membandingkan ekspresi gen ACE2 dari jaringan epitel paru-paru orang yang merokok secara teratur dengan mereka yang tidak pernah merokok.

Baca Juga: Indira Kalistha Mengaku Introvert, Psikiater Andri Paparkan Ciri-cirinya!

"Kami menemukan bahwa merokok menyebabkan peningkatan signifikan dalam ekspresi ACE2," kata Sheltzer.

Penelitian itu mencatat bahwa perokok menghasilkan 30 hingga 55 persen lebih banyak ACE2 daripada mereka yang tidak merokok. Perubahan ini juga tergantung pada dosis, perokok berat memiliki nilai ACE2 terbesar.

Ilustrasi perokok (Shutterstock)
Ilustrasi perokok (Shutterstock)

Meskipun ada dampak dari asap rokok dan ekspresi ACE2, namun dampak itu tidak permanen. Paru-paru perokok yang masih aktif dengan mereka yang berhenti merokok selama setidaknya 12 bulanmengalami penurunan signifikan dalam ekspresi ACE2.

"Asap rokok mengandung ratusan bahan kimia yang berbeda. Mungkin saja bahan-bahan tertentu (seperti nikotin) memiliki efek yang berbeda dengan asap murni," kata Sheltzer.

"Orang dapat membayangkan bahwa memiliki lebih banyak sel yang mengekspresikan ACE2 dapat membuat lebih mudah bagi SARS-CoV-2 untuk menyebar di paru-paru seseorang, tetapi masih ada banyak lagi yang perlu kita jelajahi," tutupnya.

×
Zoomed
TERKINI
Migrain merupakan sakit kepala yang biasanya terjadi di satu sisi kepala....
info | 08:00 WIB
Faktor lingkungan juga berperan dalam memicu kanker....
info | 08:00 WIB
Sakit maag terjadi karena ketidakseimbangan asam lambung dalam tubuh....
info | 08:00 WIB
Untuk memenuhi asupan protein tak harus selalu mengandalkan telur lho....
info | 08:00 WIB
Minum air memang benar membantu menghindari penyakit ginjal. Namun.......
info | 08:00 WIB