Sering Panaskan Masakan Bersantan Sisa Lebaran? Ketahui Bahayanya

Masakan bersantan banyak dibuat saat Lebaran dan tidak akan habis dalam satu kali penyajian.

Yasinta Rahmawati
Senin, 25 Mei 2020 | 19:00 WIB
Sering Panaskan Masakan Bersantan Sisa Lebaran? Ketahui Bahayanya

Sering Panaskan Masakan Bersantan Sisa Lebaran? Ketahui Bahayanya

himedik.com - Seperti yang sudah diketahui, sering memanaskan masakan bersantan tidaklah baik bagi kesehatan. Namun saat Lebaran, banyak masakan bersantan sisa yang sayang jika hanya sekali makan. 

Itu sebabnya, masakan akan mengalami proses pemanasan berulang hingga berhari-hari setelah Lebaran.

Nah, masalahnya, hidangan Lebaran biasanya identik dengan masakan bersantan. Pertanyaannya, berapa kali masakan bersantan boleh dipanaskan?

Ahli gizi dari Mayapada Hospital Kuningan, Christina Andhika Setyani, menjelaskan bahwa makanan apapun yang mengalami pemanasan berulang pasti akan mengurangi nilai gizi bahkan dapat mempengaruhi kesehatan tubuh.

"Misalnya rendang, jika dipanaskan berulang-ulang, pasti rasanya makin enak. Ya, sebenarnya memang makin enak dari segi rasa di mulut, tetapi dari efek jangka panjangnya yang tidak enak," kata Andhika di Jakarta, Minggu (24/5/2020), seperti dikutip dari Antara.

Rendang sapi Millennium Hotel Sirih Jakarta. (Suara.com/Silfa Humairah)
Ilustrasi rendang, salah satu masakan bersantan yang kerap disajikan saat Lebaran. (Suara.com/Silfa Humairah)

Khusus pada hidangan lebaran bersantan, Christina menjelaskan bahwa santan yang dipanaskan berulang kali atau mengalami proses pemasakan yang panjang, yang akan mengubah kandungan lemak di dalamnya menjadi lemak jenuh.

"Lemak jenuh inilah yang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke," tambah dia.

Tapi, ada beberapa trik untuk memasak makanan bersantan agar jadi lebih aman untuk tubuh.

"Sebaiknya saat memasak makanan yang menggunakan santan, masukkan santan terakhir sesaat masakan akan matang," jelas Christina.

Memasak santan sebenarnya tidak perlu terlalu lama, karena jika santan dimasak terlalu lama, maka santan akan mengeluarkan minyak dan lapisan minyak inilah yang berbahaya karena mengandung lemak jenuh.

Baca Juga: Studi: Ibu Hamil Penderita Covid-19 Dapat Mengalami Cedera pada Plasenta

Jika memang masakan bersantan harus dipanaskan, maka sebisa mungkin panaskan seminimal mungkin dan jangan sampai terbentuk lapisan minyak di atasnya, tambah Christina.

"Supaya tidak menjadi bumerang untuk kesehatan kita, maka sebaiknya barengi konsumsi makanan berlemak tinggi dengan serat 2 kali lipat lebih banyak, aktivitas fisik dan konsumsi air putih yang cukup," kata dia.

Trik lainnya agar hidangan Lebaran tidak terlalu sering dipanaskan adalah dengan mengambil secukupnya sesuai dengan porsi yang akan disantap, dan memanaskan bagian yang hanya akan dimakan tersebut. Sisanya, biarkan tetap di kulkas.

×
Zoomed
TERKINI
Migrain merupakan sakit kepala yang biasanya terjadi di satu sisi kepala....
info | 08:00 WIB
Faktor lingkungan juga berperan dalam memicu kanker....
info | 08:00 WIB
Sakit maag terjadi karena ketidakseimbangan asam lambung dalam tubuh....
info | 08:00 WIB
Untuk memenuhi asupan protein tak harus selalu mengandalkan telur lho....
info | 08:00 WIB
Minum air memang benar membantu menghindari penyakit ginjal. Namun.......
info | 08:00 WIB