Malah Berbahaya, Vitamin D Dosis Tinggi Tak Tangkal Virus Corona

Vitamin D bisa diproduksi secara alami oleh tubuh melalui sinar matahari dan dianggap berkorelasi dengan pencegahan virus corona.

Yasinta Rahmawati | Fita Nofiana
Senin, 01 Juni 2020 | 07:00 WIB
Ilustrasi vitamin D. (Shutterstock)

Ilustrasi vitamin D. (Shutterstock)

Himedik.com - Sebuah studi menyatakan, bahwa Vitamin D dosis tinggi tidak menangkal virus corona Covid-19. Malahan, akan menimbulkan masalah penyakit lain.

Dilansir dari Insider, sayangnya vitamin D dosis besar dari berjemur atau meneguk pil vitamin, bukanlah obat mujarab untuk melawan virus manapun. Hal tersebut dilaporkan dalam BMJ Nutrition, Prevention and Health.

Para peneliti dari Inggris, AS, dan Eropa berkolaborasi dalam laporan tersebut di mana mendesak masyarakat untuk waspada terhadap klaim berlebihan tentang vitamin D.

Laporan ini juga menyerukan bukti ilmiah yang lebih kuat untuk mengevaluasi bagaimana vitamin tersebut dapat berdampak pada pasien dengan Covid-19.

"Meskipun ada beberapa bukti bahwa vitamin D rendah dikaitkan dengan infeksi saluran pernapasan akut, saat ini tidak ada bukti yang cukup untuk vitamin D sebagai pengobatan Covid-19 dan suplemen tambahan harus dihindari karena dapat berbahaya," kata Carolyn Greig, salah satu penulis studi dan profesor di Universitas Birmingham.

Hubungan antara vitamin D dan kemampuan untuk melawan penyakit virus masih belum pasti

Penelitian sebelumnya telah menemukan kekurangan vitamin D mungkin terkait dengan penyakit virus seperti pilek dan flu musiman. Hubungan sebab akibat antara nutrisi dan kemampuan untuk melawan infeksi tidak pasti.

Para peneliti masih perlu melakukan tinjauan sistematis dan meta-analisis yang lebih formal untuk mempelajari data yang tersedia.

Berjemur. (Pixabay/TerriC)
Berjemur. (Pixabay/TerriC)

Dalam sebuah studi pracetak yang menemukan kekurangan vitamin D terkait dengan tingkat kematian yang lebih tinggi dari pada pasien Covid-19. Tetapi kematian bisa jadi berhubungan dengan populasi lansia yang lebih tinggi di mana lebih cenderung kekurangan vitamin D dan juga lebih rentan terhadap wabah.

Menurut Mayo Clinic, terlalu banyak vitamin D pada kenyataannya terbukti buruk bagi kesehatan. Dosis besar vitamin D dapat menyebabkan penumpukan kalsium yang beracun dan menyebabkan masalah ginjal.

Baca Juga: Pilihan Pengobatan Kista Ovarium, Penyakit yang Diidap Feby Febiola

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI
Migrain merupakan sakit kepala yang biasanya terjadi di satu sisi kepala....
info | 08:00 WIB
Faktor lingkungan juga berperan dalam memicu kanker....
info | 08:00 WIB
Sakit maag terjadi karena ketidakseimbangan asam lambung dalam tubuh....
info | 08:00 WIB
Untuk memenuhi asupan protein tak harus selalu mengandalkan telur lho....
info | 08:00 WIB
Minum air memang benar membantu menghindari penyakit ginjal. Namun.......
info | 08:00 WIB