Info

Bisa Bawa Penyakit, Hindari Kebiasaan di Kamar Mandi Ini

Kebiasaan di kamar mandi ini dapat meningkatkan risiko penyebaran kuman di sekitar rumah.

Yasinta Rahmawati

Nyanyi dalam kamar mandi
Nyanyi dalam kamar mandi

Himedik.com - Kamar mandi merupakan area yang penuh kuman. Sayangnya, Anda mungkin secara tidak sadar menyebarkan kuman di sekitar rumah melalui beberapa kebiasaan di kamar mandi.

Dirangkum dari Times of India, berikut adalah beberapa kebiasaan di kamar mandi yang meningkatkan risiko penyebaran kuman di sekitar rumah.

1. Main ponsel sambil duduk di toilet
Kebiasaan ini sangatlah kotor. Kamar mandi Anda harus menjadi zona bebas ponsel. Kuman dari feses bisa dilepaskan ke udara, yang dapat mendarat di permukaan ponsel Anda. Pada akhirnya, dapat menyebarkan kuman di luar kamar mandi.

Ilustrasi. (Sumber: shutterstock)
Ilustrasi. (Sumber: shutterstock)

2. Tidak cuci tangan dengan benar
Mencuci tangan dengan benar adalah cara yang paling efektif dan efisien untuk mencegah sakit sekaligus cara terbaik untuk menghilangkan kuman di tangan. Mencuci tangan dengan tidak benar dapat membawa kuman ke luar kamar mandi.

Cuci tangan Anda dengan sabun dan air. Cucilah tangan selama minimal 20 detik untuk menghilangkan semua kuman. Untuk mengira-ngira waktunya, coba nyanyikan dalam hati lagu "Selamat Ulang Tahun" sebanyak dua kali.

Jangan lupa menggosok bagian bawah kuku Anda, sebab area ini dapat menjadi sarang kuman.

Bisa Bawa Penyakit, Hindari Kebiasaan di Kamar Mandi Ini - 2

3. Berbagi handuk
Handuk kertas yang Anda temukan di toilet umum sebenarnya jauh lebih baik dalam mengendalikan penyebaran kuman daripada handuk kain yang Anda simpan di rumah.

Tetapi karena memasang handuk kertas tidak umum di rumah, gantilah handuk kain tangan sesering mungkin. Handuk tangan harus sering diganti, terutama jika ada anak kecil di rumah.

Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Mikrobiologi Terapan dan Lingkungan, pengering udara di kamar mandi umum juga tidak higienis. Jadi, yang terbaik adalah menyimpan pembersih tangan di tas Anda setiap saat.

Berita Terkait

Berita Terkini

info

Apa yang Terjadi pada Otak saat Putus Cinta?

Jika Anda merasa sakit fisik atau mengalami "sakit hati" setelah putus cinta, bisa jadi karena otak bereaksi terhadap situasi dengan cara yang sama ketika Anda terluka secara fisik.