Jangan Menyikat Gigi Terlalu Keras, Dokter Peringatkan Bahaya untuk Gigi!

Dokter gigi memeringatkan bahwa menyikat gigi terlalu keras, salah satunya hilangnya enamel gusi.

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni
Jum'at, 19 Juni 2020 | 15:00 WIB
Jangan Menyikat Gigi Terlalu Keras, Dokter Peringatkan Bahaya untuk Gigi!

Jangan Menyikat Gigi Terlalu Keras, Dokter Peringatkan Bahaya untuk Gigi!

himedik.com - Umumnya, senskitivitas gigi bisa disebabkan oleh minuman berkarbonasi. Tapi, dokter gigi memperingatkan bahwa menyikat gigi terlalu keras juga bisa menyebabkan kondisi tersebut, seperti rasa sakit pada gigi dari yang ringan hingga paling ekstrem.

Menurut Dr Oscar Castro Reino, Presiden Dewan Dokter Gigi Umum, sensitivitas gigi adalah tanda peringatan dari masalah hilangnya enamel atau retraksi gusi yang mengekspos dentin ke lingkungan mulut.

"Ketika dentin kehilangan perlindungan dari semen (pada akar), terjadi iritasi pada saraf dentin yang menyebabkan rasa sakit ketika konsumsi makanan sangat dingin, panas atau asam," kata Oscar Castro dikutip dari 20 Minutos.

Kerusakan enamel gigi itu bisa disebabkan oleh menyikat gigi yang terlalu agresif dengan memakai sikat gigi kaku dan teknik yang tidak tepat. Selain itu, bruxisme atau oklusi yang buruk juga bisa menyebabkan kondisi tersebut.

Adapun penyebab lainnya adalah minuman berkarbonasi dengan pH asam bisa mengikis enamel. Karena itu, Anda disarankan menghindari atau mencegah minuman tersebut. Sebab, sensitivitas gigi yang relatif sering berkaitan dengan penyakit periodontal, ketika resesi gusi terjadi.

Ilustrasi sikat gigi. (Shutterstock)
Ilustrasi sikat gigi. (Shutterstock)

Karena itu, sebagian besar sensitivitas gigi bisa dicegah dengan menggunakan teknik menyikat gigi yang benar dan memakai sikat gigi berbulu lembut. Anda juga perlu menyikat gigi setelah 20-30 menit selesai konsumsi makanan asam dan permen.

Anda juga perlu untuk mengunjungi dokter gigi secara berkala untuk menghindari penyakit periodontal dan retraksi gingiva.

"Salah satu metode yang digunakan adalah aplikasi gel atau pernis dengan konsentrasi fluor tinggi yang bekerja dengan cara menghubungan tubulus terbuka kecil di dentin," ujar Reino.

Ilustrasi sikat gigi anak-anak. (Shutterstock)
Ilustrasi sikat gigi anak-anak. (Shutterstock)

Sehingga langkah itu bisa mengurangi senstivitas gigi ringan maupun sedang, serta bisa mengatasi sensitivitas gigi yang parah.

Selain itu, ada berbagai macam pasta gigi dan obat kumur yang secara substansial meningkatkan sensitivitas gigi ringan atau sedang.

Baca Juga: Bikin Syok, Tagihan Perawatan Covid-19 Pria Ini Capai Miliaran!

Tapi, ada pula pasta gigi yang bisa digunakan sebagai perawatan atas resep dokter gigi. Karena produk itu adalah fluorida tertentu (kalsium fluorida, timah fluorida) dan turunan kalium (kalium nitrat, kalium klorida)

Akhirnya, ia memeringatkan bahwa beberapa perawatan seperti pemutih gigi meningkat dan memperburuk sensitivitas gigi. Sehingga mereka yang menderita kondisi ini harusnya tidak melakukannya sampai rasa sakitnya hilang.

×
Zoomed
TERKINI
Mulailah dengan jumlah langkah yang lebih rendah dan tingkatkan secara bertahap agar tubuh bisa beradaptasi dengan baik....
info | 08:00 WIB
Migrain merupakan sakit kepala yang biasanya terjadi di satu sisi kepala....
info | 08:00 WIB
Faktor lingkungan juga berperan dalam memicu kanker....
info | 08:00 WIB
Sakit maag terjadi karena ketidakseimbangan asam lambung dalam tubuh....
info | 08:00 WIB
Untuk memenuhi asupan protein tak harus selalu mengandalkan telur lho....
info | 08:00 WIB