Berdampak ke Suasana Hati, Virus Corona Disebut Bisa Serang Pusat Saraf

Virus corona disebut bisa menyerang pusat saraf yang kemudian berdampak pada depresi hingga rasa tertekan.

Yasinta Rahmawati | Fita Nofiana
Kamis, 16 Juli 2020 | 08:30 WIB
Berdampak ke Suasana Hati, Virus Corona Disebut Bisa Serang Pusat Saraf

Berdampak ke Suasana Hati, Virus Corona Disebut Bisa Serang Pusat Saraf

himedik.com - Para peneliti dari Universitas Kedokteran Cincinnati melaporkan bahwa virus corona bisa menyerang pusat saraf. Hal ini yang kemudian disebut bisa berdampak pada suasana hati, terutama pada depresi dan kecemasan. 

Dilansir dari Medical Xpress, dua gejala yang paling terkait dengan psikologi adalah penyerangan sistem saraf dengan hilangnya indra perasa dan pembau. 

"Satu-satunya unsur Covid-19 yang dikaitkan dengan suasana hati dan kecemasan yang tertekan adalah keparahan hilangnya bau dan rasa pada pasien. Ini adalah hasil yang tak terduga dan mengejutkan," kata Ahmad Sedaghat, MD, Ph.D., seorang associate professor dan direktur operasi rhinology di UC University of Medicine Departemen Otolaryngology-Head and Neck Surgery.

Sedaghat melakukan studi prospektif, studi kuesioner telepon yang meneliti karakteristik dan gejala dari 114 pasien yang didiagnosis dengan Covid-19 selama periode enam minggu di Kantonsspital Aarau, Swiss. 

Tingkat keparahan hilangnya bau atau rasa, sumbatan hidung, produksi lendir yang berlebihan, demam, batuk dan sesak napas selama Covid-19 dinilai.

Temuan ini telah diterbitkan secara daring di The Laryngoscope.

Pada saat pendaftaran dalam penelitian ini, ketika peserta mengalami Covid-19, sebanyak 47,4 persen peserta melaporkan setidaknya beberapa hari mengalami perasaan depresi per minggu. Sementara 21,1 persen melaporkan suasana hati depresi hampir setiap hari. 

Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Shutterstock)
Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Shutterstock)

Dalam hal keparahan, 44,7 persen dari peserta melaporkan mengekspresikan kecemasan ringan sementara 10,5 persen melaporkan kecemasan parah.

"Temuan tak terduga bahwa gejala Covid-19 yang berpotensi paling tidak mengkhawatirkan mungkin menyebabkan tingkat tekanan psikologis terbesar," kata Sedaghat. 

"Kami pikir temuan kami menunjukkan kemungkinan bahwa tekanan psikologis dalam bentuk suasana hati atau kecemasan yang tertekan dapat mencerminkan penetrasi SARS-CoV-2 ke dalam sistem saraf pusat," tambahnya.

Baca Juga: Istri John Travolta Meninggal karena Kaner Payudara, Kenali Tanda Langkanya

Sedaghat mengatakan para peneliti telah lama berpikir bahwa saluran penciuman mungkin merupakan cara utama virus corona memasuki sistem saraf pusat. 

"Gejala-gejala tekanan psikologis ini, seperti suasana hati yang tertekan dan kecemasan adalah gejala sistem saraf pusat jika hanya dikaitkan dengan berkurangnya indra penciuman Anda," kata Sedaghat.

"Ini mungkin mengindikasikan bahwa virus menginfeksi neuron penciuman, mengurangi indra penciuman dan kemudian menggunakan saluran penciuman untuk memasuki gejala saraf pusat," tambahnya.

Gejala sistem saraf pusat Covid-19 yang jarang dan  parah bisa berupa kejang atau perubahan status mental, tetapi suasana hati depresi hingga kecemasan mungkin merupakan gejala serangan virus di saraf pusat yang jauh lebih," jelas Sedaghat.

×
Zoomed
TERKINI
Mulailah dengan jumlah langkah yang lebih rendah dan tingkatkan secara bertahap agar tubuh bisa beradaptasi dengan baik....
info | 08:00 WIB
Migrain merupakan sakit kepala yang biasanya terjadi di satu sisi kepala....
info | 08:00 WIB
Faktor lingkungan juga berperan dalam memicu kanker....
info | 08:00 WIB
Sakit maag terjadi karena ketidakseimbangan asam lambung dalam tubuh....
info | 08:00 WIB
Untuk memenuhi asupan protein tak harus selalu mengandalkan telur lho....
info | 08:00 WIB