Mengenal Bruxism, Kebiasaan Menggertakkan Gigi saat Tidur

Kenali gejalanya, jangan sampai terlambat terdeteksi bruxism setelah alami kerusakan gigi!

Yasinta Rahmawati | Rosiana Chozanah
Jum'at, 21 Agustus 2020 | 19:00 WIB
Mengenal Bruxism, Kebiasaan Menggertakkan Gigi saat Tidur

Mengenal Bruxism, Kebiasaan Menggertakkan Gigi saat Tidur

himedik.com - Ada beberapa orang yang tidak sadar memiliki kebiasaan menggertakkan, menggesekkan atau mengatupkan gigi saat tidur. Perilaku ini disebut bruxism. Berdasarkan Mayo Clinic, bruxism dianggap sebagai gangguan gerakan terkait tidur.

Orang yang mengatupkan atau menggertakkan gigi (brux) saat tidur lebih cenderung mengalami gangguan tidur lainnya, seperti mendengkur dan berhenti bernapas (sleep apnea).

Bruxism ringan mungkin tidak memerlukan pengobatan. Namun, pada beberapa orang, kebiasaan ini sering terjadi dan cukup parah, hingga menyebabkan gangguan rahang, sakit kepala, gigi rusak, dan masalah lainnya.

Kemungkinan seorang pengidap bruxism saat tidur tidak menyadarinya sampai komplikasi berkembang, sehingga penting untuk mengetahui tanda dan gejalanya. Jadi, pengidap dapat mencari perawatan gigi secara teratur.

Ilustrasi gigi ngilu (Shutterstock)
Ilustrasi sakit gigi akibat bruxism (Shutterstock)

Tanda dan gejala bruxism termasuk:

  1. Gigi bergemeretak atau terkatup, yang mungkin cukup keras
  2. Gigi yang rata, retak, terkelupas atau longgar
  3. Enamel gigi aus, memperlihatkan lapisan gigi yang lebih dalam
  4. Meningkatnya nyeri atau sensitivitas gigi
  5. Otot rahang yang lelah atau tegang, atau rahang terkunci yang tidak dapat terbuka atau tertutup sepenuhnya
  6. Sakit atau nyeri pada rahang, leher atau wajah
  7. Sakit yang terasa seperti sakit telinga, padahal sebenarnya bukan masalah dengan telinga
  8. Sakit kepala mulai dari pelipis
  9. Kerusakan akibat mengunyah bagian dalam pipi
  10. Gangguan tidur

Sebenarnya dokter tidak begitu mengetahui apa penyebab dari bruxism, tertapi kemungkinan karena kombinasi dari faktor fisik, psikologis, dan genetik.

Komplikasi yang mungkin terjadi adalah kerusakan pada gigi, restorasi, mahkota, hingga rahang, sakit kepala tipe tegang, serta gangguan yang terjadi pada sendi temporomandibular (TMJ) yang terletak tepat di depan telinga (menyebabkan bunyi 'klik' saat membuka dan menutup mulut).

×
Zoomed
TERKINI
Mulailah dengan jumlah langkah yang lebih rendah dan tingkatkan secara bertahap agar tubuh bisa beradaptasi dengan baik....
info | 08:00 WIB
Migrain merupakan sakit kepala yang biasanya terjadi di satu sisi kepala....
info | 08:00 WIB
Faktor lingkungan juga berperan dalam memicu kanker....
info | 08:00 WIB
Sakit maag terjadi karena ketidakseimbangan asam lambung dalam tubuh....
info | 08:00 WIB
Untuk memenuhi asupan protein tak harus selalu mengandalkan telur lho....
info | 08:00 WIB