Mudah Marah Bisa Jadi Tanda Demensia Vaskular, Ini Sebabnya

Demensia vaskular salah satu jenis penyakit otak yang membuat penderitanya mudah marah.

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni
Rabu, 23 September 2020 | 08:30 WIB
Mudah Marah Bisa Jadi Tanda Demensia Vaskular, Ini Sebabnya

Mudah Marah Bisa Jadi Tanda Demensia Vaskular, Ini Sebabnya

himedik.com - Demensia vaskular adalah penyakit otak paling umum kedua yang terjadi akibat kurangnya suplai darah ke otak. Alzheimer Support's, sebuah lembaga yang berfungsi mendukung penderita alzheimer menyampaikan demensia vaskular bisa disebabkan oleh serangkaian stroke ringan (TIA) atau stroke.

Salah satu gejala demensia vaskular adalah seseorang biasanya menjadi lebih emosional atau mudah marah. Sebab, bagian otak yang berfungsi mengatur fokus, memori dan bahasa terpengaruh oleh penyakit ini.

Tanda-tanda lain dari demensia vaskular termasuk masalah ingatan dan sering salah meletakkan barang. Selain itu, penderita juga mungkin kesulitan menemukan kata yang tepat untuk mengidentifikasi sesuatu.

Misalnya, lupa meletakkan benda yang biasa digunakan sehari-hari di rumah, seperti remote TV, telepon rumah atau lainnya.

Ilustrasi perempuan demensia, alzheimer (shutterstock)
Ilustrasi perempuan demensia, alzheimer (shutterstock)

Penderita demensia vaskular mungkin juga jauh lebih lambat dalam berpikir dan menjadi disorientasi, terutama ketika berada jauh dari lingkungan yang dikenalnya. Penderita demensia jenis ini juga mungkin mengalami kesulitan berjalan.

Kerusakan otak yang menyebabkan demensia vaskular tidak bisa dipulihkan, tetapi seseorang masih bisa memperlambat perkembangan penyakit ini.

Caranya, minum obat untuk mengatasi kondisi kesehatan yang bisa memicu demensia vaskular. Adapun masalah kesehatan yang bisa memicu demensia vaskular adalah tekanan darah tinggi, diabetes atau masalah jantung.

Anda juga disarankan menerapkan gaya hidup yang lebih sehat dengan olahraga secara teratur dan mengonsumsi makanan yang sehat.

Perawatan rehabilitasi mungkin juga diperlukan penderita demensia, seperti fisioterapi, terapi okupasi dan terapi wicara.

Alzheimer's Reseacrh UK telah mencari tahu bagaimana pemindaian otak bisa membantu mendiagnosis demensia vaskular.

Baca Juga: Update Covid-19 Global: Inggris Meningkatkan Kewaspadaan

Karena, pemindaian CT (computerized tomography) atau MRI (magnetic resonance imaging) dapat mendeteksi pembuluh darah yang mengeras di otak.

"Satu dari lima orang yang mengalami stroke akan mengembangkan demensia," jelas Alzheimer's Research UK dikutip dari Express.

×
Zoomed
TERKINI
Migrain merupakan sakit kepala yang biasanya terjadi di satu sisi kepala....
info | 08:00 WIB
Faktor lingkungan juga berperan dalam memicu kanker....
info | 08:00 WIB
Sakit maag terjadi karena ketidakseimbangan asam lambung dalam tubuh....
info | 08:00 WIB
Untuk memenuhi asupan protein tak harus selalu mengandalkan telur lho....
info | 08:00 WIB
Minum air memang benar membantu menghindari penyakit ginjal. Namun.......
info | 08:00 WIB