Info

Tak Hanya Bikin Fokus, Studi Sebut Kopi Juga Bisa Jaga Kesehatan Mata

Kandungan senyawa dalam kopi bisa bantu jaga kesehatan mata.

Yasinta Rahmawati | Fita Nofiana

Ilustrasi kopi. (pixabay)
Ilustrasi kopi. (pixabay)

Himedik.com - Kopi  dikenal sebagai asupan peningkat fokus, konsentrasi dan bikin melek. Namun manfaat senyawa dalam kopi juga bisa menyehatkan mata.

Melansir laman resmi Asosiasi Optometri Amerika Serikat (AOA) menunjukkan bahwa kopi bermanfaat untuk kesehatan mata. Dalam hal ini sebuah studi dari Cornell University menemukan memiliki efek positif pada kesehatan mata.

Penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Agricultural and Food Chemistry menemukan bahwa bahan utama dalam kopi mentah yakni asam klorogenat atau CLA dapat melindungi dari penglihatan yang memburuk. Kandungan ini juga dapat menurunkan risko kemungkinan kebutaan akibat degenerasi retina akibat glaukoma, penuaan, dan diabetes.

Pada studi ini, para peneliti merawat mata tikus dengan oksida nitrat yang menciptakan stres oksidatif dan radikal bebas yang menyebabkan degenerasi retina. Namun, mata tikus yang diobati dengan CLA tidak mengalami kerusakan retina.

Para ilmuwan yang terlibat dalam penelitian ini percaya bahwa langkah selanjutnya adalah menentukan apakah minum kopi memfasilitasi CLA yang melintasi membran penghalang retina darah.

Ilustrasi kopi. (Dok : Istimewa)
Ilustrasi kopi. (Dok : Istimewa)

"Dokter optometri memiliki tugas untuk memberi tahu pasien mereka tentang nutrisi yang baik dan bagaimana hal itu dapat memengaruhi kesehatan penglihatan mereka secara keseluruhan," kata Robert Bittel, O.D., ketua Komite Promosi Kesehatan AOA.

"Kami telah menyadari pentingnya dan nilai nutrisi yang tepat dalam kesehatan yang baik secara keseluruhan khususnya kesehatan mata yang baik," kata Dr. Bittel.

Meskipun memiliki manfaat, Dr. Bittel menekankan bahwa untuk tetap berhati-hati dalam mengonsumsi kopi. Hal ini disebabkan karena studi ini masih membutuhkan penelitian lebih lanjut.

"Seperti penelitian lain yang menyebut makanan sebagai terapi dalam beberapa hal, kehati-hatian harus diambil agar publik memahami dampak negatif serta positif dari minum kopi," kata Dr. Bittel.

Berita Terkait

Berita Terkini