Gejala Baru Pasien Covid-19, Bisa Tidur hingga 20 Jam!

Pasien Covid-19 ini mengalami durasi tidur lebih panjang dari biasanya.

Yasinta Rahmawati
Senin, 19 Oktober 2020 | 13:00 WIB
Gejala Baru Pasien Covid-19, Bisa Tidur hingga 20 Jam!

Gejala Baru Pasien Covid-19, Bisa Tidur hingga 20 Jam!

himedik.com - Gejala Covid-19 bisa muncul secara berbeda pada tiap orang yang terinfeksi. Baru-baru ini, dilaporkan ada gejala Covid-19 baru, di mana pasien bisa tidur lebih lama dari biasanya.

Seorang pria di Inggris dilaporkan mengalami gejala bisa tertidur dalam waktu 20 jam, bahkan di posisi duduk bukan berbaring.

Sebuah studi baru kemudian diterbitkan dalam British Journal of General Practice (BJGP Open). Keluarga pasien lalu diwawancara oleh peneliti dan meminta izin untuk diperbolehkan membagikan pengalaman mereka ke publik.

Istri dari pasien yang berusia 67 tahun itu mengatakan hal ini terjadi sejak bulan Maret lalu bahwa suaminya tersebut telah mengalami gejala virus Corona sampai sekarang.

“Dia masih tidur sekarang, lima setengah bulan setelah itu, dia banyak tertidur dengan cara duduk, dia tidak berbaring. Dia seperti terlihat kelelahan total,” ujarnya seperti dikutip dalam laman Express, Jumat (16/10/2020).

Ilustrasi virus corona, covid-19. (Pexels/@cottonbro)
Ilustrasi virus corona, covid-19. (Pexels/@cottonbro)

Sementara, pasien lainnya wanita berusia 50 tahun, yang juga tertular Covid-19 sejak Maret, mengatakan dia awalnya mengira dia telah pulih setelah sekitar 15 hari, sampai kelelahan melanda.

“Rasanya seperti saya baru saja ditabrak. Anda tahu saya merasakan, gravitasi terasa seperti memberi tambahan pada anggota tubuh saya. Dan sepertinya saya seperti tidak bisa melakukan apa-apa,” kata dia.

Selain itu, seorang wanita berusia 34 tahun mengatakan kepada peneliti bahwa ia merasakan gejala yang sama. Sedangkan, pasien lainnya menyuarakan keprihatinan tentang tidak pernah sembuh dari penyakit tersebut.

“Kami tahu ini penyakit baru. Tetapi mau sampai kapan. Mungkin saya tidak akan mati sekarang, tapi yang pasti saya tidak akan pernah menjadi lebih baik terhadap perasaan seperti ini,” tegasnya.

Jurnal yang diterbitkan di BJGP itu menampilkan analisis dari 24 wawancara terhadap pasien Covid-19. Namun, penelitian yang dipimpin oleh Keele University menemukan bahwa penelitian perlu dilakukan lebih lanjut untuk menginformasikan serta meningkatkan perawatan pasien.

Baca Juga: Turunkan Risiko Kanker Payudara, Coba Konsumsi 4 Makanan Sehat Ini

(Suara.com/Luthfi Khairul Fikri)

×
Zoomed
TERKINI
Migrain merupakan sakit kepala yang biasanya terjadi di satu sisi kepala....
info | 08:00 WIB
Faktor lingkungan juga berperan dalam memicu kanker....
info | 08:00 WIB
Sakit maag terjadi karena ketidakseimbangan asam lambung dalam tubuh....
info | 08:00 WIB
Untuk memenuhi asupan protein tak harus selalu mengandalkan telur lho....
info | 08:00 WIB
Minum air memang benar membantu menghindari penyakit ginjal. Namun.......
info | 08:00 WIB