Studi: Vape Bisa Mengubah Respon Kekebalan pada Virus Pernapasan

Sebuah studi menunjukkan bahwa penggunaan vape bisa berisiko mengubah respon kekebalan tubuh terhadap virus pernapasan.

Yasinta Rahmawati | Fita Nofiana
Kamis, 19 November 2020 | 17:00 WIB
Studi: Vape Bisa Mengubah Respon Kekebalan pada Virus Pernapasan

Studi: Vape Bisa Mengubah Respon Kekebalan pada Virus Pernapasan

himedik.com - Sebuah studi dari para peneliti di UNC-Chapel Hill menunjukkan bahwa penggunaan vape bisa berefek pada respon kekebalan terhadap virus penapasan. Temuan ini cukup mengkhawatirkan terutama di saat pandemi virus corona Covid-19.

"Ada banyak pertanyaan di lapangan apakah penggunaan rokok elektrik dan rokok bermanfaat atau merusak atau bermasalah dalam kaitannya dengan Covid-19," kata Meghan Rebuli, asisten profesor di Departemen Pediatri UNC seperti yang dikutip dari Medical Xpress.

"Tapi kami benar-benar belum mendapatkan jawaban yang baik," imbuhnya.

Melansir dari Medicalxpress, jika dibandingkan dengan bukan pengguna, orang yang menggunakan vape menunjukkan lebih banyak mengalami perubahan pada gen kekebalan di sel pernapasan mereka yang melawan virus. Mereka juga menunjukkan tingkat antibodi yang mengalami ketertekanan.

Temuan ini American Journal of Respiratory Cell and Molecular Biology.

"Dan sementara penelitian difokuskan pada model flu, temuan menunjukkan bahwa pengguna vape cenderung lebih rentan terhadap virus pernapasan seperti Covid-19 daripada non-perokok," kata Rebuli.

"Kami melihat adanya penekanan gen, protein, dan antibodi yang terlibat dalam respons imun," katanya.

Ilustrasi vape
Ilustrasi vape

Rebuli menekankan bahwa penggunaan vape tidak lebih aman dari rokok. Ia juga menyatakan bahwa jika Anda merokok atau vape, maka Anda harus sangat waspada dalam melindungi diri dari Covid-19 dan infeksi virus pernapasan lainnya.

Rebuli menambahkan bahwa temuan ini menjadi berita yang mengkhawatirkan untuk efektivitas vaksin Covid-19 di antara populasi yang menggunakan rokok elektrik atau vape. 

Baca Juga: Turunkan Risiko Diabetes Tipe 2, Coba Pangkas 1,8 Kg Berat Badan

×
Zoomed
TERKINI
Migrain merupakan sakit kepala yang biasanya terjadi di satu sisi kepala....
info | 08:00 WIB
Faktor lingkungan juga berperan dalam memicu kanker....
info | 08:00 WIB
Sakit maag terjadi karena ketidakseimbangan asam lambung dalam tubuh....
info | 08:00 WIB
Untuk memenuhi asupan protein tak harus selalu mengandalkan telur lho....
info | 08:00 WIB
Minum air memang benar membantu menghindari penyakit ginjal. Namun.......
info | 08:00 WIB