Info

Lidah Merah Bisa Jadi Gejala Virus Corona pada Anak, Coba Cek Sekarang!

Penelitian menemukan lidah merah bisa menjadi gejala virus corona Covid-19 pada anak-anak.

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni

Ilustrasi lidah (Pixabay/1045373)
Ilustrasi lidah (Pixabay/1045373)

Himedik.com - Gejala umum virus corona Covid-19 adalah batuk dan demam tinggi. Selain itu, virus corona Covid-19 juga bisa memicu  kondisi serius seperti sindrom inflamasi multisistem pada anak-anak (MIS-C).

Sebagian besar anak-anak yang terinfeksi virus corona Covid-19 hanya mengalami gejala ringan. Tapi, anak-anak bisa mengembangkan MIS-C.

"Pada anak-anak bisa mengembangkan MIS-C di beberapa organ dan jaringan, seperti jantung, paru-paru, pembuluh darah, ginjal, sistem pencernaan, otak, kulit atau mata bisa sangat meradang," jelas Mayo Clinic dikutip dari Express.

Petugas medis dari Fakultas Kedokteran Universitas New York Grossman pun berusaha menyelidiki lebih lanjut gejala serius ini pada anak-anak.

Setelah menyelidiki kondisi 35 anak yang mengalami sindrom inflamasi misterius, petugas medis melaporkan gejalanya juga bisa memengaruhi lubang tubuh, seperti lubang hidung.

Ilustrasi lidah, pria (Pixabay/alehidalgo)
Ilustrasi lidah, pria (Pixabay/alehidalgo)

Pada anak muda, kondisi ini bisa menyebabkan mata bengkak, pipi memerah, dan lidah merah seperti warna strawberry. Petugas medis New York juga mencatat bahwa ada tumpang tindih antara penyakit kawasaki dan sindrom inflamasi yang dipicu oleh virus corona Covid-19.

Penyakit kawasaki adalah kondisi langka yang biasanya menyerang anak balita dan menyebabkan pembuluh darah menjadi meradang.

Menurut NHS, gejala khasnya adalah berupa suhu tinggi yang berlangsung selama 5 hari atau lebih. Gejala tersebut biasanya disertai dengan kondisi berikut ini.

  1. Ruam
  2. Kelenjar bengkak di leher
  3. Bibir kering dan pecah-pecah
  4. Jari tangan atau kaki merah
  5. Mata merah

Namun, petugas medis telah mencatat perbedaan antara kedua kondisi tersebut pada anak-anak. MIS-C telah ditandai dengan peradangan sistemik yang lebih luas dan tingkat komplikasi akut lebih tinggi, termasuk syok kardiogenik.

Syok kardiogenik adalah kondsi di mana jantung tiba-tiba tidak bisa memompa cukup darah untuk memenuhi kebutuhan tubuh.

Petugas medis New York telah menganalisis 35 anak yang dirawat di 2 rumah sakit antara 1 April dan 14 Juli, ketika kota itu sedang berada di puncak pandemi virus corona Covid-19.

Hasilnya, 25 anak yang rata-rata berusia 3 tahun memenuhi kriteria untuk mengalami sindrom tersebut. Lalu, anak usia di bawah 21 tahun dengan demam menunjukkan bukti adanya peradangan dan penyakit parah akibat virus corona.

Sindrom ini juga memengaruhi setidaknya dua sistem organ. Sebanyak 10 persen yang tersisa dan berusia 1 tahun sangat mungkin mengalami kondisi tersebut.

Sebanyak 29 anak tersebut pun dinyatakan positif terinfeksi virus corona Covid-19. Sejumlah 83 persen dari 35 pasien juga mengalami perubahan mukokutan. Kondisi paling umum adalah mata merah yang memengaruhi 21 anak.

Lalu, 18 anak mengembangkan telapak tangan merah dan 17 anak hipermia bibir akibat peningkatan aliran darah yang memicu kemerahan atau panas.

Sedangkan, lidah strawberry atau lidah merah cerah serta bengkak akibat kondisi itu menyerang 8 pasien. Tujuh anak mengalami mata merah bengkak dan 6 anak mengalami pipi merah.

Berita Terkait

Berita Terkini