Waspadai Nodul pada Bola Mata akibat Virus Corona, Ini Bahayanya!

Nodul yang muncul di bola mata akibat virus corona Covid-19 bisa berbahaya.

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni
Kamis, 18 Februari 2021 | 11:00 WIB
Waspadai Nodul pada Bola Mata akibat Virus Corona, Ini Bahayanya!

Waspadai Nodul pada Bola Mata akibat Virus Corona, Ini Bahayanya!

himedik.com - Ada banyak efek yang ditimbulkan dari virus corona Covid-19. Seorang dokter pun memperingatkan bahwa orang yang tertular virus corona Covid-19 bisa mengembangkan nodul yang membahayakan bola matanya.

Para peneliti memercayai bahwa nodul itu bisa dikaitkan dengan peradangan yang dipicu oleh virus corona Covid-19.

Tiga gejala utama virus corona Covid-19 adalah batuk terus-menerus, hilangnya indra penciuman dan perasa, serta demam tinggi

Jika Anda mengalami salah satu gejala virus corona Covid-19 tersebut, maka Anda harus menjalani tes dan mengisolasi diri sampai hasilnya keluar.

Tapi dilansir dari The Sun, beberapa orang dengan virus corona Covid-19 juga banyak yang melaporkan gejala lain, seperti sakit kepala dan konjungtivitis.

Ilustrasi virus corona, hidung, mimisan (Pixabay/mohamed_hassan)
Ilustrasi virus corona, hidung, mimisan (Pixabay/mohamed_hassan)

Kini, para ahli di Universitas Paris mengklaim bahwa orang yang sangat terpengaruh oleh gejala Covid-19 telah ditemukan memiliki kelainan yang tidak biasa pada mata mereka.

Di sisi lain, para ahli juga belum tahu nodul akibat virus corona Covid-19 itu menyebabkan rasa sakit pada pasien atau tidak serta efek pertumbuhannya belum jelas.

Para ahli telah mencoba menganalisis hasil scan MRI dari 129 pasien yang mengalami gejala virus corona Covid-19 parah. Mereka mengungkapkan bahwa 9 orang di antaranya memiliki satu atau lebih kelainan di bagian belakang matanya.

Biasanya seorang pasien virus corona Covid-19 disarankan melakukan posisi tengkurap ketika pernapasannya tidak lancar. Posisi itu disebut posisi rawan yang membantu pasien mendapatkan aliran oksigen lebih kuat ke paru-paru.

Namun, para ahli mengatakan bahwa metode itu bisa menjadi salah satu penyebab munculnya bintil-bintil di mata. Karena, pembuluh darah di mata tidak boleh dikeringkan.

Baca Juga: Studi: Obat Asma budesonide Bisa Tekan Keparahan Covid-19

Semua pasien virus corona yang mengembangkan bintil-bintil mata ini juga sempat diminta berbaring dalam posisi telungkup selama perawatan intensif ketika penelitian.

Sehingga ahli menemukan 9 pasien virus corona mengembangkan nodul mata, 2 orang menderita diabetes, beberapa lainnya mengalami obesitas dan hipertensi.

Temuan yang diterbitkan dalam jurnal Radiologi, juga berspekulasi bahwa nodul dapat dimasukkan ke intubasi, yakni tabung yang dimasukkan ke jalan napas melalui mulut agar pasien bisa memakai ventilator.

Pada awal pandemi, banyak laporan menyatakan virus corona Covid-19 bisa menetap di mata pasien selama berminggu-minggu. Sebuah penelitian juga menemukan mata sakit dan gatal juga salah satu gejala virus corona Covid-19 yang paling siginifikan.

×
Zoomed
TERKINI
Mulailah dengan jumlah langkah yang lebih rendah dan tingkatkan secara bertahap agar tubuh bisa beradaptasi dengan baik....
info | 08:00 WIB
Migrain merupakan sakit kepala yang biasanya terjadi di satu sisi kepala....
info | 08:00 WIB
Faktor lingkungan juga berperan dalam memicu kanker....
info | 08:00 WIB
Sakit maag terjadi karena ketidakseimbangan asam lambung dalam tubuh....
info | 08:00 WIB
Untuk memenuhi asupan protein tak harus selalu mengandalkan telur lho....
info | 08:00 WIB