Virus Corona Covid-19 Bisa Sebabkan Perubahan Kulit, Ini 4 Jenisnya!

Virus corona Covid-19 bisa menyebabkan perubahan warna kulit yang jenisnya berbeda-beda dan harus diwaspadai.

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni
Minggu, 07 Maret 2021 | 21:00 WIB
Virus Corona Covid-19 Bisa Sebabkan Perubahan Kulit, Ini 4 Jenisnya!

Virus Corona Covid-19 Bisa Sebabkan Perubahan Kulit, Ini 4 Jenisnya!

himedik.com - Sejak awal, tiga gejala utama virus corona Covid-19 yang harus diwaspadai termasuk demam, batuk kering, kehilangan indra penciuman dan perasa.

Di luar ketiga gejala umum tersebut, ada sejumlah efek samping yang kurang umum dilaporkan oleh orang positif virus corona Covid-19. Efek samping kurang umum ini, seperti sakit kepala, nyeri otot dan sendi, hidung tersumbat serta kelelahan.

Tapi, salah satu gejala virus corona yang belum banyak menarik perhatian adalah berbagai jenis ruam yang bisa muncul di seluruh tubuh.

Meskipun ruam kulit ini lebih jarang terjadi dibandingkan gejala virus corona lainnya, tapi Anda harus bisa mengenalinya. Sehingga Anda bisa mengidentifikasi potensi infeksi virus corona Covid-19 sedini mungkin.

Sebuah studi baru dilansir dari Daily Star, menemukan bahwa 17 persen pasien virus corona dengan lebih dari 1 gejala, seperti ruam kulit sebagai gejala pertama yang muncul.

Ilustrasi virus corona Covid-19, masker bedah (Pixabay/Coyot)
Ilustrasi virus corona Covid-19, masker bedah (Pixabay/Coyot)

Sedangkan, 21 persen pasien virus corona mengaku ruam kulit adalah gejala virus corona satu-satunya. Berikut ini, 4 jenis ruam kulit yang bisa terjadi ketika Anda terinfeksi virus corona Covid-19.

1. Lesi seperti chilblain

Jenis masalah kulit ini biasanya memengaruhi jari kaki dan telapak kaki. Biasanya, Anda mendengarnya dengan nama yang lebih umum, seperti jari kaki Covid-19 atau Covid-19 toes.

Setelah satu hingga dua minggu pertama muncul gejala virus corona, lesi akan berubah warna dan berkurang pada pembengkakan. Sevelum akhirnya, sembuh tanpa pengobatan.

Jenis ruam atau lesi yang lepuh, merah dan bengkak ini lebih sering terjadi pada anak remaja dan dewasa muda tanpa atau dengan gejala virus corona ringan. Sehingga, masalah kulit ini menjadi gejala virus corona paling umum bagi mereka.

Baca Juga: Waspada, Mengurangi Waktu Tidur 15 Menit Saja Bisa Tingkatkan Berat Badan

Sebuah penelitian yang menganalisis 26 pasien dengan dugaan perubahan kulit terkait virus corona, menemukan bahwa 73 persen orang yang berpartisipasi menunjukkan lesi seperti chilblain. Anehnya, tidak ada pasien yang mengalami gejala pernapasan dan semuanya dinyatakan negatif Covid-19 ketika lesi mulai muncul.

Satu teori menunjukkan bahwa lesi dipicu oleh sel darah yang rusak akibat respons sistem kekebalan tubuh terhadap infeksi virus atau beberapa gumpalan darah di jari kaki.

2. Ruam makulopapular

Jenis ruam ini memicu area kulit yang berubah warna dan rata. Sebuah penelitian di Spanyol terhadap 375 pasien dengan perubahan kulit terkait virus corona, menemukan bahwa 47 persen mengalami ruam jenis ini.

Jenis ruam ini dikaitkan dengan gejala virus corona yang lebih parah, kebanyakan ditemukan pada pasien paruh baya hingga lanjut usia. Ruam juga biasanya berlangsung 7-18 hari dan muncul 20-36 hari setelah infeksi.

Sama seperti chilblain, ruam makulopapular bisa dipicu oleh sistem kekebalan tubuh yang berjuang keras melawan infeksi. Dalam beberapa kasus, fase hiperinflamasi dimulai 7-10 hari setelah infeksi.

3. Gatal-gatal

Biduran adalah area kulit yang menonjol karena iritasi dan biasanya gatal. Jika terkait virus corona, gatal-gatal biasanya terjadi bersamaan dengan gejala lain yang membuatnya lebih muda diidentifikasi sebagai gejala virus corona.

Biduran muncul setelah infeksi karena menyebabkan kerusakan sel yang kemudian memicu pelepasan histamin melalui sistem kekebalan. Masalah kulit ini paling umum di antara pasien paruh baya dan berhubungan dengan penyakit yang lebih parah.

4. Lesi vesikuler

Secara visual mirip dengan cacar air, lesi vesikuler adalah kantung berisi cairan bening yang terbentuk di bawah kulit. Jika berkaitan dengan virus corona, lesi vesikuler adalah ruam kulit yang paling tidak umum.

Penelitian di Spanyol menunjukkan bahwa hanya 9 persen pasien virus corona yang menunjukkan lesi ini. Lesi ini sering muncul pada pasien dengan penyakit ringan sekitar 14 hari setelah infeksi awal.

Lesi ini dipicu oleh periode peradangan yang lama dengan antibodi menyerang kulit dan merusak lapisannya. Sehingga mengakibatkan kantung berisi cairan.

 
×
Zoomed
TERKINI
Mulailah dengan jumlah langkah yang lebih rendah dan tingkatkan secara bertahap agar tubuh bisa beradaptasi dengan baik....
info | 08:00 WIB
Migrain merupakan sakit kepala yang biasanya terjadi di satu sisi kepala....
info | 08:00 WIB
Faktor lingkungan juga berperan dalam memicu kanker....
info | 08:00 WIB
Sakit maag terjadi karena ketidakseimbangan asam lambung dalam tubuh....
info | 08:00 WIB
Untuk memenuhi asupan protein tak harus selalu mengandalkan telur lho....
info | 08:00 WIB