Operasi Setelah Infeksi Covid-19 Berisiko, Kapan Waktu yang Tepat?

Orang yang akan melakukan operasi atau pembedahan harus menunda operasinya beberapa waktu meski telah sembuh dari Covid-19.

Yasinta Rahmawati | Fita Nofiana
Sabtu, 13 Maret 2021 | 07:00 WIB
Operasi Setelah Infeksi Covid-19 Berisiko, Kapan Waktu yang Tepat?

Operasi Setelah Infeksi Covid-19 Berisiko, Kapan Waktu yang Tepat?

himedik.com - Sebuah studi menunjukkan bahwa orang dengan Covid-19 harus menunda operasi hingga 7 minggu. Hal ini disebabkan karena mantan pasien Covid-19 disebut berisiko lebih mungkin meninggal akibat operasi jika dilakukan dalam 1 sampai 6 minggu setelah infeksi.

Melansir dari Healthshots, peneliti melakukan studi prospektif internasional, multisenter, dan prospektif terhadap 140.231 pasien yang menjalani operasi elektif atau darurat di 116 negara selama Oktober 2020. Mereka membandingkan pasien bedah dengan infeksi SARS-CoV-2 pra-operasi dengan pasien tanpa infeksi SARS-CoV-2 sebelumnya.

Penelitian ini telah diterbitkan pada jurnal Anesthesia.

"Untuk pertama kalinya, ini memberi kami bukti tentang minimum penundaan waktu dalam melakukan operasi yang akan mengoptimalkan hasil akhir operasi," kata Dr Shilpa Sharma, ahli bedah anak, AIIMS New Delhi yang juga penulis utama dari rumah sakit tersebut.

"Namun, hal ini perlu diimbangi dengan risiko penyakit pada pasien. Di AIIMS, kami telah melakukan RTPCR / CBNAAT secara rutin untuk skrining semua pasien bedah. Sering kali hasilnya positif Covid-19 dan jika memungkinkan, kami menunda operasi dan menunggu pasien pulih," tambahnya.

Ilustrasi operasi. (Pixabay)
Ilustrasi operasi. (Pixabay)

Kematian pascaoperasi dengan pasien tanpa Covid-19 memiliki risiko 1,5 persen kematian dalam jangka waktu 30 hari. Namun risiko kematian meningkat saat pasien operasi sempat kena Covid-19.

Penelitian menunjukkan bahwa risiko kematian meningkat jadi 4 persen jika dioperasi 0-4 minggu usai terinfeksi Covid-19 dan 3,6 persen saat dipoerasi 5-6 minggu usai infeksi Covid-19. Risiko tidak meningkat (tetap 1,5 persen) jika operasi deilakukan setelah 7 persen usai infeksi Covid-19.

Pasien yang dioperasi dalam waktu enam minggu setelah diagnosis SARS-CoV-2 juga berisiko tinggi mengalami komplikasi paru pasca operasi selama 30 hari.

"Selain itu kami telah menunjukkan bahwa pasien yang masih bergejala tujuh minggu setelah infeksi SARS-CoV-2 dan menjalani operasi juga mengalami peningkatan angka kematian. Karena itu, pasien ini mungkin mendapat manfaat dari penundaan lebih lanjut sampai gejala mereka hilang," kata dokter Sharma.

Baca Juga: Seks Oral Lebih Berbahaya bagi Pria, Simak Fakta Berikut

×
Zoomed
TERKINI
Migrain merupakan sakit kepala yang biasanya terjadi di satu sisi kepala....
info | 08:00 WIB
Faktor lingkungan juga berperan dalam memicu kanker....
info | 08:00 WIB
Sakit maag terjadi karena ketidakseimbangan asam lambung dalam tubuh....
info | 08:00 WIB
Untuk memenuhi asupan protein tak harus selalu mengandalkan telur lho....
info | 08:00 WIB
Minum air memang benar membantu menghindari penyakit ginjal. Namun.......
info | 08:00 WIB