Infeksi Virus Corona Bisa Picu Kuku Covid-19, Apa itu?

Beberapa orang yang sembuh dari virus corona Covid-19 mengembangkan kuku Covid-19.

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni
Selasa, 18 Mei 2021 | 17:00 WIB
Infeksi Virus Corona Bisa Picu Kuku Covid-19, Apa itu?

Infeksi Virus Corona Bisa Picu Kuku Covid-19, Apa itu?

himedik.com - Ilmuwan asal Inggris mendapatkan laporan tentang kuku Covid-19 atau garis horizontal di kuku para penyintas virus corona Covid-19 setelah beberapa bulan terinfeksi.

Tim Spector, seorang profesor epidemiologi genetik di King's College London, salah satu ahli di balik aplikasi ZOE Covid-19 Symptom Studi, pun pertama kalinya menandai laporan tentang kuku Covid-19 di laman Twitter-nya.

Ia mengatakan laporan tentang kuku Covid-19 semakin banyak. Kuku Covid-19 ini dikenal sebagai kondisi kuku pasien setelah pulih dari infeksi virus corona Covid-19.

Pemulihan virus corona Covid-19 ini telah meninggalkan garis horizontal yang cukup jelas pada kukunya. Kuku Covid-19 ini bisa terjadi tanpa adanya ruam kulit dan biasanya tidak berbahaya.

Tim Spector pun mendapatkan beberapa gambar kuku Covid-19. Ia memberikan laporan tambahan tentang tonjolan kuku pada 4-8 minggu setelah suntik vaksin Covid-19.

Ilustrasi Virus Corona (Unsplash/CDC)
Ilustrasi Virus Corona (Unsplash/CDC)

Ia memberi tahu pengikutnya di Twitter bahwa tonjolan kuku bisa terjadi setelah infeksi penyakit, trauma atau penyakit lain yang mengganggu sistem kekebalan, seperti virus corona Covid-19. Kondisi ini juga bisa disebut sebagai garis Beau.

Garis Beau adalah garis horizontal yang melintasi kuku dan bisa terjadi ketika pertumbuhan di area bawah kutikula terganggu oleh penyakit parah atau cedera fisik.

Masalah kesehatan lain yang bisa menimbulkan garis Beau ini termasuk diabetes yang tidak terkontrol, penyakit pembuluh darah perifer, demam berdarah, campak, gondok, pneumonia, dan kekurangan seng dalam tubuh.

Sejauh ini dilansir dari Fox News, belum ada pengobatan khusus untuk menangani garis Beau. Kondisi ini biasanya sembuh sendiri jika masalah kesehatan yang mendasar juga hilang atau terkontrol.

Tapi, beberapa pakar kesehatan telah mendokumentasikan perubahan kuku terkait infeksi virus corona Covid-19, seperti Asosiasi Medis Kanada yang menerbitkan laporan mengenai kasus ini pada September 2020 lalu.

Baca Juga: Mau Kontrol Kolesterol, Yuk Konsumsi Makanan Ringan Berikut

Dalam laporan tersebut, para peneliti merinci seorang pria usia 45 tahun yang mengalami lekukan horizontal di atas kuku jari tangan dan kakinya. Ia telah didiagnosis terinfeksi virus corona Covid-19 dengan gejala demam dan tak perlu melakukan rawat inap.

Para peneliti menyimpulkan bahwa jarak garis Beau dari lipatan kuku proksimal pada para pasien mencerminkan lamanya mereka terinfeksi virus corona Covid-19. Namun, belum jelas tanda itu berkaitan dengan tingkat keparahan infeksi atau tidak.

×
Zoomed
TERKINI
Mulailah dengan jumlah langkah yang lebih rendah dan tingkatkan secara bertahap agar tubuh bisa beradaptasi dengan baik....
info | 08:00 WIB
Migrain merupakan sakit kepala yang biasanya terjadi di satu sisi kepala....
info | 08:00 WIB
Faktor lingkungan juga berperan dalam memicu kanker....
info | 08:00 WIB
Sakit maag terjadi karena ketidakseimbangan asam lambung dalam tubuh....
info | 08:00 WIB
Untuk memenuhi asupan protein tak harus selalu mengandalkan telur lho....
info | 08:00 WIB