Jangan Asal Staycation, Waspada 4 Risiko Kesehatan Berikut

Ada beberapa risiko penyakit yang bisa dipicu oleh staycation, apa saja sih?

Yasinta Rahmawati | Fita Nofiana
Rabu, 09 Juni 2021 | 09:30 WIB
Jangan Asal Staycation, Waspada 4 Risiko Kesehatan Berikut

Jangan Asal Staycation, Waspada 4 Risiko Kesehatan Berikut

himedik.com - Belakangan ini, staycation atau berlibur  dengan menginap di hotel menjadi tren. Padahal menginap di hotel bisa memicu berbagai penyakit

Selain Covid-19, menginap di hotel bisa menyebabkan berbagai penyakit karena lingkungan hotel itu sendiri. Melansir dari Everyday Health, berikut lima alasan mengapa hotel bisa menjadi biang masalah kesehatan, antara lain:

1. Risiko Tinggi Bersentuhan dengan Kuman dan Virus

Kebanyakan orang tahu bahwa virus dan bakteri dapat berlama-lama di permukaan seperti gagang pintu dan toilet, terutama di tempat umum seperti hotel. Tetapi penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi kuman tertinggi ditemukan di tempat-tempat seperti remote TV dan sakelar lampu.

"Bisakah Anda menangkap Covid-19 dari remote control? Secara teoritis, ya, tetapi dalam praktiknya, saya rasa ini belum pernah melihatnya," kata Paul Pottinger, MD, seorang dokter penyakit menular di Fakultas Kedokteran Universitas Washington di Seattle.

"Ada infeksi lain selain Covid-19, seperti flu biasa dan flu dan beberapa virus perut yang dapat menyebar melalui permukaan yang bersentuhan," kata Martin Cohen, ScD, profesor ilmu lingkungan dan kesehatan kerja di University of Washington. Sekolah Kesehatan Masyarakat di Seattle.

Masih masuk akal untuk membersihkan permukaan seperti sakelar lampu, gagang pintu, dan remote segera setelah Anda memasuki kamar hotel untuk pertama kalinya.  “Mencuci tangan secara menyeluruh dan sering adalah cara penting untuk mengurangi risiko sakit,” Kata Dr. Cohen. 

2. Kualitas Udara yang Buruk 

Meskipun permukaan tidak menimbulkan risiko Covid-19 yang signifikan, Anda mungkin bertanya-tanya tentang tetesan yang sangat halus dan partikel kecil (disebut aerosol) yang mungkin tertinggal di udara jika orang yang menempati ruangan sebelum Anda menderita Covid-19. 

Cara utama penyebaran virus adalah melalui paparan langsung ke orang yang terinfeksi. Namun, ada kemungkinan aerosol dapat menimbulkan ancaman bahkan setelah seseorang dengan Covid-19 meninggalkan ruangan. 

Baca Juga: Akibat Gaya Hidup, Angka Hipertensi Milenial di Indonesia Capai 20 Persen

Oleh karena itu, pilih hotel dengan sistem ventilasi yang baik. Kunjungi situs web hotel sebelum Anda pergi atau menelepon untuk menanyakan tentang sistem yang mereka miliki dan seberapa sering mereka mengganti filter udara. 

3. Kamar Mandi Bisa Jadi Zona Berbahaya

Kuman sebenarnya mungkin paling tidak mengkhawatirkan Anda di kamar mandi hotel karena kuman dan bakteri yag sangat mungkin bersarang. 

"Hotel memiliki air panas yang disetel pada suhu yang lebih tinggi daripada di kebanyakan rumah, jadi Anda perlu mengukur suhu dengan tepat," kata  Gaylen M. Kelton, MD, profesor kedokteran keluarga klinis di Indiana University School of Medicine. 

Kelton mengatakan bahwa jika Anda tidak akan minum air keran di tempat lain dalam perjalanan Anda, jangan lakukan juga di hotel. Itu berarti menggunakan air kemasan untuk minum dan menggosok gigi.

Ilustrasi Staycation (Unsplash @jxckfoster)
Ilustrasi Staycation (Unsplash @jxckfoster)


4. Alergen 

Selimut bulu, bantal, gorden, dan karpet menyimpan alergen potensial yang dapat memicu reaksi pada Anda yang sensitif termasuk penderita alergi dan asma, maksud kami Anda.

"Sekarang banyak hotel mengizinkan hewan peliharaan, orang-orang dengan alergi terhadap bulu binatang dapat terpapar jika ruangan belum dibersihkan secara memadai dengan penyedot debu berkualitas baik dengan filter HEPA," kata Cohen.

"Ada hewan atau tidak, namun kamar hotel mungkin juga mengandung tungau debu yang biasanya ditemukan di karpet dan tempat tidur," tambahnya. 

Jika Anda memiliki kulit sensitif, Kelton menyarankan untuk tidak mencoba perlengkapan mandi gratis dari hotel. 

×
Zoomed
TERKINI
Migrain merupakan sakit kepala yang biasanya terjadi di satu sisi kepala....
info | 08:00 WIB
Faktor lingkungan juga berperan dalam memicu kanker....
info | 08:00 WIB
Sakit maag terjadi karena ketidakseimbangan asam lambung dalam tubuh....
info | 08:00 WIB
Untuk memenuhi asupan protein tak harus selalu mengandalkan telur lho....
info | 08:00 WIB
Minum air memang benar membantu menghindari penyakit ginjal. Namun.......
info | 08:00 WIB