Menurut Studi, Suplemen Penurun Berat Badan Tak Bekerja Sesuai Klaimnya

Dalam studi ini para peneliti meninjau 315 uji klinis suplemen penurun berat badan dan terapi alternatif yang ada sebagai bagian dari penelitian.

Yasinta Rahmawati
Minggu, 27 Juni 2021 | 06:00 WIB
Menurut Studi, Suplemen Penurun Berat Badan Tak Bekerja Sesuai Klaimnya

Menurut Studi, Suplemen Penurun Berat Badan Tak Bekerja Sesuai Klaimnya

himedik.com - Ada berbagai rupa dari suplemen penurun berat badan, mulai dari pil, ermen karet, bubuk, hingga teh. Mereka sering dipromosikan sebagai penurun berat badan yang cepat dan mudah.

Biasanya, tanpa harus hanya mengandalkan pola makan seimbang atau berolahraga secara teratur. Namun ada perdebatan mengenai apakah suplemen penurun berat badan bekerja sesuai yang dijanjikan.

Sebuah studi komprehensif baru yang diterbitkan dalam jurnal Obesity pada 23 Juni, telah menemukan bahwa suplemen makanan tidak menghasilkan penurunan berat badan yang dramatis seperti yang mereka klaim.

Dilansir dari Healthline, dalam studi ini para peneliti meninjau 315 uji klinis suplemen penurun berat badan dan terapi alternatif yang ada sebagai bagian dari penelitian. Mereka menemukan sebagian besar studi bias.

Hanya 16 studi yang berhasil menunjukkan penurunan berat badan pada partisipan, mulai dari kurang dari 1 kg hingga 5 kg. Penurunan berat badan juga tidak konsisten di antara peserta penelitian.

Ilustrasi berat badan. (sumber: Shutterstock)
Ilustrasi berat badan. (sumber: Shutterstock)

Para peneliti meninjau 12 bahan berikut, kalsium dan vitamin D, kitosan, coklat/kakao, kromium, ephedra atau kafein, garcinia dan/atau hidroksisitrat, teh hijau, guar gum, asam linoleat terkonjugasi (CLA), faseolus, fenilpropilamina, hingga piruvat.

Sharon Zarabi , RD, direktur program di Northwell Health's Katz Institute untuk Women's Health di New York City dan Westchester, mengatakan hasil penelitian itu tidak mengejutkan.

"Obesitas adalah penyakit yang sangat kompleks dan tidak akan pernah ada pil ajaib untuk menyembuhkannya," ujarnya.

Zarabi menunjukkan bahwa mengubah gaya hidup adalah kemungkinan satu-satunya cara untuk mengelola berat badan.

"Mengonsumsi pil kakao atau suplemen ginseng tidak akan pernah berhasil jika Anda tidak mengubah gaya hidup karena tubuh selalu menahan Anda dari penurunan berat badan, dan Anda harus menjadi peserta aktif dalam hidup sehat untuk mempertahankannya, bahkan prosedur pembedahan jika diperlukan," jelasnya.

Baca Juga: Covid-19 di Indonesia Masuki Fase 3 Cummunity Transmission, Apa Dampaknya?

×
Zoomed
TERKINI
Migrain merupakan sakit kepala yang biasanya terjadi di satu sisi kepala....
info | 08:00 WIB
Faktor lingkungan juga berperan dalam memicu kanker....
info | 08:00 WIB
Sakit maag terjadi karena ketidakseimbangan asam lambung dalam tubuh....
info | 08:00 WIB
Untuk memenuhi asupan protein tak harus selalu mengandalkan telur lho....
info | 08:00 WIB
Minum air memang benar membantu menghindari penyakit ginjal. Namun.......
info | 08:00 WIB