Info

Virus Corona Covid-19 Bisa Tembus Retina Mata, Begini Gejalanya!

Virus corona Covid-19 tak hanya menyerang sistem pernapasan, tetapi juga organ tubuh lain seperti mata.

Shevinna Putti Anggraeni

Ilustrasi mata. (unsplash)
Ilustrasi mata. (unsplash)

Himedik.com - Virus corona Covid-19 adalah virus pernapasan yang bisa menyerang organ tubuh lainnya. Tapi, baru-baru ini peneliti mengatakan virus coona bisa menyebabkan masalah mata dengan menyerang retina.

Virus corona Covid-19 ini bisa menyebabkan penglihatan kabur dan bintik hitam, yang dikenal sebagai floaters. Para peneliti di Brasil menemukan jejak virus corona Covid-19 ini di retina orang yang meninggal.

Sebelumnya, virus corona Covid-19 memang sudah diketahui bisa mempengaruhi penglihatan seseorang. Tapi, para ahli telah menemukan jejak virus corona di retina pasien yang meninggal.

Dr Allexya Marcos, mengatakan sekarang jelas virus corona Covid-19 bisa menyebar ke seluruh tubuh, mencapai jaringan dan organ yang berbeda setelah sistem pernapasan terinfeksi.

"Mata mungkin salah satu organ tubuh yang terinfeksi virus corona Covid-19 dan banyak pasien Covid-19 melaporkan perubahan pada retina," kata Dr Allexya dikutip dari The Sun.

Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Dok. Envato)
Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Dok. Envato)

Studi kami menunjukkan partikel virus corona Covid-19 di berbagai lapisan retina. Karena itu, ada beberapa pasien Covid-19 yang mengalami perubahan pada penglihatannya sebagai bagian dari gejala virus corona.

Para peneliti memastikan hal ini dengan mengamati 3 pasien yang meninggal karena virus corona Covid-19, yakni dua pria dan satu wanita yang usianya berkisar 69 hingga 78 tahun.

Sebelumnya, ada sebuah penelitian yang juga menemukan dokter bisa mendeteksi Long Covid-19 melalui mata pasien. Dokter bisa melihat tanda-tandanya yang tersembunyi pada mata pasien virus corona Covid-19.

Para peneliti yang dipimpin oleh Gulfidan Bitirgen dari Necmettin Erbakan University di Turki ini mengamati kerusakan saraf di kornea, kubah bening di bagian depan mata yang melindungi pupil dan iris.

Studi tersebut mengklaim bahwa pasien yang melaporkan gejala virus corona Covid-19 persisten memiliki tingkat kerusakan dan kehilangan serat saraf kornea yang lebih tinggi.

 

Berita Terkait

Berita Terkini