Ketahui Fakta Granola, Tak Selalu 100 Persen Sehat

Selain oatmeal, banyak yang memilih mengonsumsi granola sebagai sarapan karena dianggap sehat. Namun apakah anggapan itu benar?

Yasinta Rahmawati
Minggu, 29 Agustus 2021 | 13:30 WIB
Ketahui Fakta Granola, Tak Selalu 100 Persen Sehat

Ketahui Fakta Granola, Tak Selalu 100 Persen Sehat

himedik.com -  Rasanya yang manis, renyah dan mengenyangkan membuat granola disukai banyak orang. Tapi tahukah Anda? Granola tak selalu menjadi pilihan sarapan yang bagus. Di sisi lain, granola tidak sesehat yang mungkin selama ini Anda kira.

"Granola mungkin makanan peringkat pertama yang menurut Anda super sehat, tetapi sebenarnya padat kalori dan tinggi gula tambahan hampir sepanjang waktu," kata Laura Burak, ahli gizi sekaligua penulis Slimdown with Smoothies, dikutip dari Eat This.

Sebab, biasanya granola dimaniskan dengan madu, sirup, atau bentuk lain dari gula tambahan dan sering mengandung buah kering yang menambah kadar gula.

Jadi, penting untuk memeriksa label dan berhati-hati terhadap beberapa bentuk gula tambahan, yang dapat disamarkan sebagai kata-kata yang terdengar lebih sehat seperti gula kelapa dan sirup, jelas Burak.

Ilustrasi granola. (Shutterstock)
Ilustrasi granola. (Shutterstock)

Di sisi lain, jika Anda sedang fokus untuk memangkas kalori, asupan granola juga menjadi sesuatu yang perlu diperhatikan. Burak menunjukkan bahwa ukuran porsi untuk granola biasanya kecil (sekitar 1/4 hingga 1/2 cangkir).

Namun, kalorinya tinggi karena bahan-bahan padat kalori seperti kacang-kacangan, biji-bijian, buah kering, gandum, cokelat, minyak, dan pemanis.

Karena hal ini, justru granola lebih cocok untuk Anda yang ingin menaikkan berat badan.

"Granola adalah makanan yang sering saya rekomendasikan kepada klien yang ingin menambah berat badan, karena ini adalah cara mudah untuk menambah kalori," kata Burak

Kita terkadang beranggapan bahwa granola otomatis berarti sehat, bersih, dan alami. Namun, penting untuk memperhatikan apa yang sebenarnya dimasukkan merek tertentu ke dalam kotak granola mereka, dalam konteks ini adalah bahan pengawet.

"Tergantung mereknya, granola, meski disebut-sebut sebagai makanan super sehat, bisa diproses sama seperti sereal atau makanan ringan lainnya di rak," kata Burak.

Baca Juga: 4 Saran Dokter Spesialis Penyakit Dalam untuk Cegah Long COVID-19

Ketika sesuatu dibuat untuk bertahan di rak toko kelontong, kemungkinan besar akan ada beberapa pengawet tambahan.

"Kata-kata seperti 'bebas gluten', 'serat tinggi', 'alami', dan 'gandum utuh tidak selalu berarti produk tersebut sehat, jadi pastikan untuk melihat bahan, jumlah gula tambahan, dan ukuran porsi untuk mendapatkan gambaran yang lebih baik tentang granola yang Anda beli," jelas Burak.

×
Zoomed
TERKINI
Migrain merupakan sakit kepala yang biasanya terjadi di satu sisi kepala....
info | 08:00 WIB
Faktor lingkungan juga berperan dalam memicu kanker....
info | 08:00 WIB
Sakit maag terjadi karena ketidakseimbangan asam lambung dalam tubuh....
info | 08:00 WIB
Untuk memenuhi asupan protein tak harus selalu mengandalkan telur lho....
info | 08:00 WIB
Minum air memang benar membantu menghindari penyakit ginjal. Namun.......
info | 08:00 WIB