Meskipun Telah Dicuci Berulang Kali, Masker Kain Tak Berkurang Kualitasnya

Sebuah studi menunjukkan bahwa pencucian masker kain tak akan pengaruhi efetivitasnya.

Fita Nofiana
Minggu, 12 September 2021 | 09:00 WIB
Meskipun Telah Dicuci Berulang Kali, Masker Kain Tak Berkurang Kualitasnya

Meskipun Telah Dicuci Berulang Kali, Masker Kain Tak Berkurang Kualitasnya

himedik.com - Penelitian baru dari University of Colorado Boulder menunjukkan bahwa masker kain tidak mengalami penurunan filtrasi meski beberapa kali dicuci. 

Melansir dari Healthshot, penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Aerosol and Air Quality Research ini juga mengkonfirmasi penelitian sebelumnya bahwa melapisi masker katun di atas masker bedah bisa tingkatkan perlindungan. 

“Ini kabar baik untuk keberlanjutan,” kata penulis utama Marina Vance, asisten profesor di Departemen Teknik Mesin Paul M. Rady. 

“Masker katun yang telah Anda cuci, keringkan, dan gunakan kembali mungkin masih baik-baik saja,jangan membuangnya,” imbuhnya. 

Sejak awal pandemi, diperkirakan 7.200 ton limbah medis telah dihasilkan setiap hari. Sebagian besar adalah masker sekali pakai.

“Kami benar-benar terganggu di awal pandemi ketika pergi hiking atau pergi ke pusat kota, dan melihat semua masker sekali pakai ini mengotori lingkungan,” kata Vance yang juga fakultas di program teknik lingkungan.

Mencuci Masker Kain (Dok. ATS)
Mencuci Masker Kain (Dok. ATS)


Penelitian ini menguji masker kain dengan membuat kotak kapas berlapis ganda, cuci dan keringkan berulang kali hingga 52 kali. Jumlah ini setara dengan pencucian mingguan selama setahun dan uji di antara setiap 7 siklus pembersihan.

Masker dipasang di salah satu ujung corong baja di mana peneliti dapat mengontrol aliran udara dan partikel udara yang konsisten. Para peneliti menguji masker menggunakan kondisi realistis hingga kehidupan nyata dengan tingkat kelembaban dan suhu tinggi untuk meniru dampak pada topeng dari pernapasan kita.

Sementara serat kapas mulai terlepas dari waktu ke waktu setelah pencucian dan pengeringan berulang, para peneliti menemukan bahwa hal itu tidak secara signifikan mempengaruhi efisiensi penyaringan kain.

Satu-satunya perubahan yang terlihat adalah resistensi inhalasi yang sedikit meningkat. Kondisi ini berarti bahwa masker mungkin terasa sedikit lebih sulit untuk bernapas setelah dipakai.

Baca Juga: Waspada Kebisingan dari Lalu Lintas Tingkatkan Risiko Demensia

"Kami berasumsi tidak ada celah antara masker kain dan wajah orang," kata Vance.

Bentuk wajah setiap orang sangat bervariasi. Jadi tergantung pada bentuk masker dan seberapa baik orang itu menyesuaikannya, itu mungkin pas atau tidak pas. 

Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa masker yang tidak pas dapat membuat sebanyak 50 persen partikel di udara yang kita hirup masuk dan keluar. Oleh karena itu, melapisi masker medis dengan masker kain bisa sangat membantu. 

×
Zoomed
TERKINI
Mulailah dengan jumlah langkah yang lebih rendah dan tingkatkan secara bertahap agar tubuh bisa beradaptasi dengan baik....
info | 08:00 WIB
Migrain merupakan sakit kepala yang biasanya terjadi di satu sisi kepala....
info | 08:00 WIB
Faktor lingkungan juga berperan dalam memicu kanker....
info | 08:00 WIB
Sakit maag terjadi karena ketidakseimbangan asam lambung dalam tubuh....
info | 08:00 WIB
Untuk memenuhi asupan protein tak harus selalu mengandalkan telur lho....
info | 08:00 WIB