Selain Bikin Melek, Kopi Juga Bisa Picu Kantuk dan Kelelahan

Kopi dalam jangka pendek bisa membuat Anda terjaga, namun dalam jangka panjang bisa bikin capek.

Fita Nofiana
Sabtu, 18 September 2021 | 18:00 WIB
Selain Bikin Melek, Kopi Juga Bisa Picu Kantuk dan Kelelahan

Selain Bikin Melek, Kopi Juga Bisa Picu Kantuk dan Kelelahan

himedik.com - Kandungan kafein memang bisa membuat Anda terjaga dan lebih berenergi. Namun di sisi lain kafein ternyata juga bisa memicu rasa lelah

"Paradoks kafein adalah bahwa dalam jangka pendek, kafein membantu perhatian dan kewaspadaan. Ini membantu beberapa tugas kognitif, dan membantu tingkat energi,” kata Mark Stein, seorang profesor di Departemen Psikiatri dan Ilmu Perilaku di University of Washington seperti yang dikutip dari India Express.

"Tetapi efek kumulatif atau dampak jangka panjang memiliki efek sebaliknya," ombuhnya. 

Melansir dari India Express, Seth Blackshaw, seorang ahli saraf di Universitas Johns Hopkins yang mempelajari tidur mengatakan bahwa para peneliti masih mempelajari tentang bagaimana tekanan tidur terbentuk di dalam tubuh.

Tetapi sepanjang hari, sel dan jaringan kita menggunakan dan membakar energi dalam bentuk energi molekul yang disebut adenosin trifosfat atau ATP.

 Saat ATP itu dikeluarkan sel kita menghasilkan bahan kimia yang disebut adenosin sebagai produk sampingan. Adenosin itu terus mengikat reseptor di otak, membuat kita lebih mengantuk.

Secara kimiawi, kafein terlihat cukup mirip dengan adenosin pada tingkat molekuler yang menempati tempat pengikatan tersebut, mencegah adenosin mengikat reseptor otak.

Akibatnya, kafein bekerja untuk menekan sementara tekanan tidur, membuat kita merasa lebih terjaga. Sementara itu, adenosin terus menumpuk di dalam tubuh.

Ilustrasi minum kopi. (Sumber: Shutterstock)
Ilustrasi minum kopi. (Sumber: Shutterstock)


"Begitu kafein habis, Anda mendapatkan tingkat tekanan tidur yang sangat tinggi dan Anda harus membayarnya kembali [dengan tidur]," kata Blackshaw. 

Faktanya, satu-satunya cara untuk meredakan dan mengatur ulang tingkat tekanan tidur yang tinggi adalah dengan tidur.

Baca Juga: Ramai Artis Indonesia Piknik di Amerika Serikat Tak Pakai Masker, Kok Bisa?

×
Zoomed
TERKINI
Migrain merupakan sakit kepala yang biasanya terjadi di satu sisi kepala....
info | 08:00 WIB
Faktor lingkungan juga berperan dalam memicu kanker....
info | 08:00 WIB
Sakit maag terjadi karena ketidakseimbangan asam lambung dalam tubuh....
info | 08:00 WIB
Untuk memenuhi asupan protein tak harus selalu mengandalkan telur lho....
info | 08:00 WIB
Minum air memang benar membantu menghindari penyakit ginjal. Namun.......
info | 08:00 WIB