Info

Varian Omicron Mengkhawatirkan, Apakah Sudah Masuk Indonesia?

Varian Omicron telah terdeteksi di beberapa negara.

Yasinta Rahmawati

Ilustrasi virus corona Covid-19. (Shutterstock)
Ilustrasi virus corona Covid-19. (Shutterstock)

Himedik.com - Mutasi virus corona Covid-19 terbaru, yang dikenal dengan nama Omicron sedang meresahkan masyarakat global. Varian ini juga telah dikonfirmasi oleh WHO di beberapa negara.

Varian yang juga disebut B.1.1.529, ini digolongkan ke dalam kategori variant of concern karena dianggap lebih menular.

Dikonfirmasi, jumlah kasus baru Covid-19 juga meningkat drastis di Afrika Selatan dalam beberapa pekan terakhir, dan ini bersamaan dengan penemuan varian tersebut.

Selain itu, WHO mengatakan, varian baru tersebut memiliki jumlah besar mutasi. Bukti menunjukkan, varian Omicronmeningkatkan risiko reinfeksi jika dibandingkan dengan varian lain. Varian baru ini ditemukan di sejumlah negara, mulai dari Afrika Selatan hingga Prancis. 

Lantas, bagaimana dengan di Indonesia? Menanggapi hal tersebut, Guru Besar Ilmu Mikrobiologi Klinik Prof. Amin Soebandrio. 

Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Dok. Envato)
Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Dok. Envato)

“Varian baru ini memang sudah dideteksi dalam beberapa minggu ke belakang. Dari laporan yang sudah ada itu ditemukan pertama kali di Botswana,” ungkapnya.

“Kalau kita lihat, di Botswana itu kasusnya sedang menurun. Sedangkan di Afrika Selatan sedang naik. Karena biasanya, varian baru itu muncul pada awal timbulnya puncak, mulai dari pertama, kedua dan ketiga. Tapi di Botswana ini justru munculnya di akhir,” lanjutnya.

Meski demikian, Prof. Amin mengatakan varian baru ini dilaporkan belum masuk dan terdeteksi di Indonesia.

“Saya sudah cek belum ada varian baru ini yang masuk ke Indonesia,” tegasnya.

Meski belum terdeteksi di Indonesia, Prof. Amin mengatakan Pemerintah perlu lakukan antisipasi guna mencegah penularan varian baru tersebut.

“Saya kira langkah yang diambil Pemerintah sudah tepat ya. Artinya kita mencegah jangan sampai ada virus tersebut yang terbawa dari orang luar negeri,” ungkapnya.

“Jadi, buat mereka yang datang ke sini harus dilakukan screening secara lebih ketat. Itu sebabnya masa karantina perlu diperpanjang, dan beberapa prosedur PCR  juga diperkuat,” pungkasnya. 

(Suara.com/Aflaha Rizal Bahtiar)

Berita Terkait

Berita Terkini