Peneliti Membuktikan Anosmia Adalah Prediktor Infeksi Covid-19 Terbaik

Dibanding gejala yang lain, anosmia bisa menjadi prediktor Covid-19 paling tepat.

Rosiana Chozanah
Selasa, 04 Januari 2022 | 08:00 WIB
Peneliti Membuktikan Anosmia Adalah Prediktor Infeksi Covid-19 Terbaik

Peneliti Membuktikan Anosmia Adalah Prediktor Infeksi Covid-19 Terbaik

himedik.com - Gejala utama Covid-19 yang paling diketahui adalah demam, batuk, hilangnya indera penciuman (anosmia) serta pengecap. Namun, banyak orang lebih familiar dengan demam sebagai tolak ukur infeksi virus corona ini.

Inilah mengapa kita selalu diukur suhu tubuhnya ketika memasuki berbagai tempat umum, termasuk rumah sakit.

Tetapi gejala utama seperti demam dan batuk kering kurang spesifik. Kini, sekelompok peneliti menekankan bahwa prediktor infeksi Covid-19 terbaik adalah anosmia.

Hasil dari studi ini terbit di jurnal Chemical Senses, lapor News Medical.

Selain anosmia, hilangnya kemampuan mengecap juga menjadi prediktor kedua untuk Covid-19.

Hilangnya indra penciuman salah satu gejala umum virus corona Covid-19 sejak awal pandemi. Secara medis, hilangnya indra penciuman akibat virus corona ini disebut anosmia.
Hilangnya indra penciuman salah satu gejala umum virus corona Covid-19 sejak awal pandemi. Secara medis, hilangnya indra penciuman akibat virus corona ini disebut anosmia.

Sementar itu, gejala non-kemosensori yang paling terkenal, seperti sakit tenggorokan, jauh lebih tidak dapat menjadi prediktor Covid-19.

"Orang yang menerima hasil negatif dari tes Covid-19, namun melaporkan mengalami hilangnya indera penciuman idiopatik signifikan, harus dianggap sebagai kandidat prioritas tinggi untuk pengujian ulang dan isolasi diri," saran peneliti.

Untuk menilai risiko Covid-19 seseorang dengan cepat dan andal, pandemi SARS-CoV-2 membutuhkan penyedia layanan kesehatan dan pelacak kontak.

Karenanya, alat skrining yang andal sangat penting untuk mengevaluasi kemungkinan seseorang terkena Covid-19.

Peneliti mengusulkan alat yang diklaim cepat, mudah digunakan, ramah telemedis, untuk mendeteksi gejala tersebut, yakni ODoR-19.

Baca Juga: Gejala Varian Omicron, Perhatikan Tanda-tanda Ini Pada Kulit!

×
Zoomed
TERKINI
Mulailah dengan jumlah langkah yang lebih rendah dan tingkatkan secara bertahap agar tubuh bisa beradaptasi dengan baik....
info | 08:00 WIB
Migrain merupakan sakit kepala yang biasanya terjadi di satu sisi kepala....
info | 08:00 WIB
Faktor lingkungan juga berperan dalam memicu kanker....
info | 08:00 WIB
Sakit maag terjadi karena ketidakseimbangan asam lambung dalam tubuh....
info | 08:00 WIB
Untuk memenuhi asupan protein tak harus selalu mengandalkan telur lho....
info | 08:00 WIB