cancel
Sabtu, 28 Januari 2023

Vaksinasi Terbukti Menurunkan Risiko Long Covid-19 dan Mempercepat Gejalanya

Vaksin Covid-19 mengurangi risiko infeksi dan penyakit, termasuk gejala seperti kelelahan.

Rosiana Chozanah
share on facebook share on twitter share on line share on telegram share on whatsapp copy to clipboard
Vaksin, vaksinasi. (Pixabay)
Vaksin, vaksinasi. (Pixabay)

Himedik.com - Berdasarkan tinjauan cepat yang dilakukan oleh Badan Keamanan Kesehatan Inggris (UKHSA), orang yang divaksinasi berisiko kecil mengalami long Covid-19 ketika mereka terinfeksi virus corona.

Menurut laporan Times of India, peneliti melihat bukti yang tersedia saat ini dari 15 studi dari seluruh dunia.

Mereka menemukan bahwa vaksin Covid-19 mengurangi risiko infeksi dan penyakit, termasuk gejala seperti kelelahan.

Sementara orang yang tidak vaksinasi dan terinfeksi, lalu menunjukkan gejala long Covid-19, kondisinya membaik setelah mendapat vaksin.

Beberapa studi menganalisis efek vaksin dua dosis Pfizer, AstraZeneca, Moderna dan satu dosis Janssen, yang diberikan sebelum infeksi.

Ilustrasi kelelahan. [Shutterstock]
Ilustrasi kelelahan. [Shutterstock]

Peneliti menemukan risiko untuk mengalami gejala Covid-19 lebih dari 28 hari berkurang.

Ditemukan juga bahwa efektivitas vaksin terhadap sebagian besar gejala long Covid-19 paling tinggi pada orang berusia 60 tahun ke atas.

Orang-orang yang mengalami gejala long Covid mengungkap bahwa vaksin membuat kondisi mereka membaik, baik segera maupun selama beberapa minggu setelahnya.

UKHSA melaporkan bahwa sekitar dua persen populasi Inggris menderita gejala long Covid, seperti kelelahan, sesak napas, dan nyeri otot atau sendi.

Gejalanya dapat berlangsung lebih dari empat minggu atau satu bulan setelah infeksi. Sementara orang yang menerima dua dosis vaksin cenderung mengalaminya dalam waktu singkat.

Terkait

Terkini