cancel
Kamis, 02 Februari 2023

Minum Susu Sapi Bisa Cegah Virus Corona Covid-19, Benarkah?

Penelitian menemukan protein dalam susu sapi bisa membantu mencegah infeksi virus corona Covid-19.

Shevinna Putti Anggraeni
share on facebook share on twitter share on line share on telegram share on whatsapp copy to clipboard
Ilustrasi susu sapi. (Shutterstock)
Ilustrasi susu sapi. (Shutterstock)

Himedik.com - Penelitian menemukan susu sapi mengandung protein yang bersifat menghambat virus. Sehingga, meminumnya membantu mencegah virus corona Covid-19 bereplikasi di tubuh seseorang dan menyebabkan infeksi.

Protein dalam susu sapi yang bisa menghambat virus corona Covid-19 tersebut adalah protein laktoferin, yang ditemukan dalam susu sebagian besar mamalia.

Para peneliti dari Universitas Michigan menemukan bahwa protein laktoferin dari susu sapi memiliki karakteristik bioaktif terhadap banyak mikroba, virus, dan patogen lainnya.

Protein ini juga telah ditemukan mampu mencegah infeksi virus corona Covid-19 dalam kondisi eksperimental. Caranya dengan menghalangi kemampuan virus untuk memasuki sel target, serta dengan mendukung mekanisme pertahanan antivirus sel.

"Laktoferin sapi telah menunjukkan aktivitas antivirus dalam uji klinis manusia," kata pemimpin peneliti Jonathan Sexton, dari Departemen Penyakit Dalam universitas dikutip dari Times of India.

Ilustrasi virus corona Covid-19. (Pixabay/Engin_Akyurt)
Ilustrasi virus corona Covid-19. (Pixabay/Engin_Akyurt)

Misalnya, laktoferin sapi yang diberikan secara oral telah terbukti meningkatkan keparahan infeksi virus, termasuk rotavirus dan norovirus.

Mengingat kemanjuran dan keamanan antivirus yang luas, efek samping yang minimal, dan ketersediaan komersial laktoferin sapi, beberapa penelitian menyarankan penggunaannya sebagai obat pencegah atau pasca pajanan untuk infeksi virus corona Covid-19.

Temuan ini dirinci dalam Journal of Dairy Science guna meningkatkan relevansi klinis dan translatabilitas.

Bahkan, tim peneliti juga menguji laktoferin sapi terhadap beberapa varian virus corona paling umum yang menjadi perhatian dunia, yakni varian WA1 yang mewakili wabah AS pada tahun 2020, B.1.1 varian .7, B.1.351, dan P.1, dan varian Delta.

"Masing-masing varian ini mencakup modifikasi protein lonjakan SARS-Cov-2 yang mengurangi kemanjuran vaksin Covid-19 baru. Selanjutnya, masing-masing strain ini menunjukkan penurunan netralisasi oleh serum vaksinasi," kata Sexton.

Manfaat utama dari kemanjuran antivirus laktoferin adalah potensinya untuk mencegah dan mengobati penyakit.

"Temuan ini penting ketika pilihan pengobatan virus corona yang tersedia luas sekarang ini sangat terbatas atau terlalu mahal," jelasnya.

Terkait

Terkini