Pakar Ungkap Varian Virus Corona Baru akan Muncul 2 Tahun Mendatang, Berbahayakah?

Seorang pakar mengungkapkan bahwa varian virus corona baru akan muncul lagi 2 tahun mendatang.

Shevinna Putti Anggraeni
Senin, 28 Maret 2022 | 18:00 WIB
Pakar Ungkap Varian Virus Corona Baru akan Muncul 2 Tahun Mendatang, Berbahayakah?

Pakar Ungkap Varian Virus Corona Baru akan Muncul 2 Tahun Mendatang, Berbahayakah?

himedik.com - Subvarian BA2 dari varian Omicron yang diketahui lebih menular dari jenis aslinya diketahui telah menyebabkan lonjakan kasus virus corona Covid-19.

Munculnya varian virus corona baru seperti varian Omicron ini terus menimbulkan ancaman bagi masyarakat umum, meskipun tingkat vaksinasi sudah meluas.

Sir Profesor Chris Whitty, Kepala Petugas Medis Inggris pun memperingatkan kemungkinan besar akan ada varian virus corona baru yang lebih buruk dari varian Omicron. Varian ini akan muncul dalam 2 tahun ke depan.

Kemunculan varian virus corona baru ini akan membuat fase pandemi berikutnya penuh dengan ketidakpastian. Ia pun mengisyaratkan perlunya pembatasan atau mana penguncian di masa mendatang.

Prof Whitty mengatakan pandemi virus corona Covid-19 ini masih melalui jalan yang sangat panjang dan terus memberi kejutan.

Ilustrasi virus corona Covid-19. (Pixabay/Engin_Akyurt)
Ilustrasi virus corona Covid-19. (Pixabay/Engin_Akyurt)

Ia juga bersikeras bahwa varian virus corona yang sekarang muncul ini menimbulkan ancaman kematian seperti flu.

Munculnya varian virus corona baru yang lebih berbahaya bisa mengubah keseimbangan risiko kita secara signifikan.

Sir Chris mengatakan ketegangan dapat menyebabkan masalah yang lebih buruk daripada varian Omicron dan tantangan dari ketegangan ini sama sekali tidak sepele.

Para peneliti percaya salah satu faktor utama di balik peningkatan kasus virus corona sekarang ini dipengaruhi oleh subvarian BA2, turunan dari varian Omicron.

Varian Omicron asli ini dikenal asebagai subvarian BA1, yang menyebabkan gelombang besar infeksi dan memberi tekanan besar pada sistem kesehatan di rumah sakit.

Baca Juga: Peneliti: Senyawa Sayuran Ini Bisa Cegah Kerusakan Paru-paru Akibat Covid-19

Tapi, subvarian Omicron kedua yang disebut BA2 mulai menyebar ke seluruh dunia pada akhir Januari 2022.

Subvarian BA2 ini lebih menular dibandingkan BA1 secara signifikan, meskipun masih belum jelas subavarian Omicron ini menyebabkan penyakit lebih parah atau tidak.

"Subvarian BA2 ini 30 persen lebih mudah menular daripada subavrian BA1, tetapi penyebarannya lebih ditingkatkan dengan langkah-langkah mitigasi dan berkurangnya kekebalan vaksin Covid-19," kata Eric Topol, profesor kedokteran molekuler di Scripps Research Institute di California dikutip dari Express.

Topol memperingatkan bahwa subvarian Omicron ini akan memperpanjang pandemi virus corona. Bahkan, ini bisa membuka jalan lain untuk munculnya varian virus corona baru di masa mendatang.

×
Zoomed
TERKINI
Migrain merupakan sakit kepala yang biasanya terjadi di satu sisi kepala....
info | 08:00 WIB
Faktor lingkungan juga berperan dalam memicu kanker....
info | 08:00 WIB
Sakit maag terjadi karena ketidakseimbangan asam lambung dalam tubuh....
info | 08:00 WIB
Untuk memenuhi asupan protein tak harus selalu mengandalkan telur lho....
info | 08:00 WIB
Minum air memang benar membantu menghindari penyakit ginjal. Namun.......
info | 08:00 WIB