cancel
Kamis, 02 Februari 2023

UKHSA Menambahkan Virus Corona Omicron Sebagai Penyebab Kasus Hepatitis Akut Misterius

Virus corona menjadi daftar kelima sebagai opsi kelima dalam daftar hipotesis.

Rosiana Chozanah
share on facebook share on twitter share on line share on telegram share on whatsapp copy to clipboard
Hepatitis C. (healthywomen)
Hepatitis C. (healthywomen)

Himedik.com - Badan Keamanan Kesehatan Inggris Raya (UKHSA) telah menambahkan daftar patogen yang diduga menjadi penyebab kasus hepatitis akut misterius, yakni virus corona.

Virus corona menjadi daftar kelima sebagai opsi kelima dalam daftar hipotesis, yang termasuk di dalamnya adalah obat, racun, paparan lingkungan, dan adenovirus 41.

Empat dari banyaknya kasus di Inggris menunjukkan hasil positif Covid-19 yang dikaitkan dengan varian Omicron. Dua positif garis keturunan Omicron, dengan dua lainnya terkait dengan BA.2 dan sub-garis keturunan yang lain.

Sejauh ini, wabah hepatitis akut misterius telah diidentifikasi pada hampir 230 anak, sebanyak 145 lainnya di Inggris. Kasus juga sudah menyebar ke 20 negara.

“Pada 1 Mei, setidaknya 228 kasus yang mungkin dilaporkan ke WHO dari 20 negara, dengan lebih dari 50 kasus tambahan sedang diselidiki," kata juru bicara Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tarik Jasarevic, dilansir The Sun.

Ilustrasi Virus Corona Varian Omicron (Envato)
Ilustrasi Virus Corona Varian Omicron (Envato)

Penyakit hepatitis akut misterius ini telah memakan lima korban meninggal dan kebanyakan yang terinfeksi anak usia satu bulan hingga 16 tahun. Bahkan, sejumlah anak membutuhkan transplantasi hati.

WHO telah mengonfirmasi bahwa satu anak, dari lokasi yang dirahasiakan, telah meninggal karena penyakit radang hati. Sementara empat lainnya, tiga di Indonesia dan satu di AS.

Karena kasus semakin meningkat, pakar kesehatan mengimbau orang tua untuk waspada terhadap tanda awal, yakni masalah gastrointestinal (pencernaan), seperti diare dan muntah, serta gejala mirip flu seperti batuk dan sakit tenggorokan.

Setelah gejala awal tersebut, anak-anak akan mulai mengalami penyakit kuning.

Terkait

Terkini