Penyintas Infeksi Omicron BA.1 Tetap Bisa Tertular Subvarian BA.4 dan BA.5

Antibodi dari infeksi subvarian Omicron awal tidak bisa melindungi dari penularan subvarian terbaru.

Rosiana Chozanah
Selasa, 21 Juni 2022 | 06:00 WIB
Penyintas Infeksi Omicron BA.1 Tetap Bisa Tertular Subvarian BA.4 dan BA.5

Penyintas Infeksi Omicron BA.1 Tetap Bisa Tertular Subvarian BA.4 dan BA.5

himedik.com - Orang yang pernah terinfeksi subvarian Omicron awal, BA.1, akan tetap rentan terhadap subvarian yang lainnya, atau yang lebih baru, seperti BA.4 dan BA.5. Bahkan bila orang tersebut telah divaksinasi Covid-19.

Penyintas Omicron BA.1 mengembangkan antibodi yang dapat menetralkan subvarian yang sama serta varian SARS-CoV-2 asli (Alpha).

Namun, dilansir Global News, subavrian Omicron yang beredar sekarang memiliki mutasi yang membuat mereka bisa menghindari antibodi yang sudah terbentuk.

Omicron BA.2.12.1, yang saat ini menyebabkan sebagian besar kasus di Amerika Serikat, dan Omicron BA.5 serta BA.4, yang sekarang mencakup lebih dari 21 persen kasus baru di negara itu, memiliki mutasi yang tidak ada di BA.1 maupun BA.2.

"Sebvarian keturunan yang lebih baru itu bisa menghindari antibodi penetral, yang berasal dari infeksi dan vaksinasi SARS-CoV-2," kata peneliti dari China, yang menerbitkan laporannya di jurnal Nature, Jumat (17/6/2022).

Ilustrasi Covid-19 - Tingkat Keparahan Omicron BA.4 dan BA.5 (Freepik)
Ilustrasi Covid-19 - Tingkat Keparahan Omicron BA.4 dan BA.5 (Freepik)

Obat antibodi monoklonal bebtelovimab dari Eli Lilly dan cilgavimab, komponen Evusheld AstraZeneca, masih dapat secara efektif menetralkan BA.2.12.1 dan BA.4 maupun BA.5.

Tetapi booster vaksin Covid-19 juga mungkin tidak mencapai spektrum perlindungan yang luas terhadap subvarian Omicron yang baru.

"Meskipun menghindari kekebalan, harapannya adalah vaksin masih akan melindungi terhadap penyakit serius," kata peneliti penyakit menular di Sekolah Kedokteran Yale di New Haven, Connecticut, Onyema Ogbuagu.

Ia juga mendorong masyarakat untuk tetap mendapatkan booster.

"Apa yang telah kami pelajari secara klinis adalah untuk tetap up to date dengan vaksin untuk mempertahankan antibodi Covid-19 yang beredar dalam darah," tandasnya.

Baca Juga: Hati-hati, 7 Perubahan ini Pada Kuku Bisa Jadi Gejala Virus Corona Covid-19

×
Zoomed
TERKINI
Migrain merupakan sakit kepala yang biasanya terjadi di satu sisi kepala....
info | 08:00 WIB
Faktor lingkungan juga berperan dalam memicu kanker....
info | 08:00 WIB
Sakit maag terjadi karena ketidakseimbangan asam lambung dalam tubuh....
info | 08:00 WIB
Untuk memenuhi asupan protein tak harus selalu mengandalkan telur lho....
info | 08:00 WIB
Minum air memang benar membantu menghindari penyakit ginjal. Namun.......
info | 08:00 WIB