cancel
Jum'at, 03 Februari 2023

Terapi Tertawa Bisa Mengurangi Rasa Sakit dan Stres

Terapi tertawa memiliki dampak baik untuk kesehatan fisik dan psikologis

Rosiana Chozanah
share on facebook share on twitter share on line share on telegram share on whatsapp copy to clipboard
Tertawa. (unsplash)
Tertawa. (unsplash)

Himedik.com - Pakar kesehatan percaya tertawa secara sukarela tanpa alasan lebih memberi manfaat psikologis dan fisiologis daripada tawa spontan. Karenanya, terapi tertawa dipercaya dapat menyembuhkan stres.

Sebelunya, ilmu pengetahuan telah menunjukkan bahwa tawa nyata atau plasu memiliki efek yang sama dan positif pada tubuh. Karena tubuh tidak bisa membedakan antara tawa yang asli dan yang palsu.

Jadi tertawa sukarela, walau palsu, tetap dapat memberi manfaat positif.

"Tertawa yang baik dapat mengurangi hormon stres dalam tubuh seperti epinefrin (adrenalin), kortisol, hormon pertumbuhan dan banyak lagi," kata ahli Deepak Mittal, dilansir Hindustan Times.

Selain itu, tawa meningkatkan efektivitas sel T. Efek keseluruhannya adalah tingkat stres yang lebih rendah dan sistem kekebalan yang lebih baik.

Ilustrasi wanita tertawa. (Unsplash.com/Gabrielle Henderson)
Ilustrasi wanita tertawa. (Unsplash.com/Gabrielle Henderson)

Deepak Mittal juga mencatat manfaat kesehatan lain dari terapi tertawa, yakni:

- Merangsang organ

Terapi ini membantu dalam meningkatkan asupan oksigen, merangsang otot paru-paru dan jantung serta pelepasan endorfin oleh otak. Tertawa juga membantu meningkatkan sirkulasi darah.

- Meningkatkan suasana hati

Tertawa dapat mengurangi depresi, stres, dan kecemasan serta meningkatkan harga diri.

"Jika seseorang mengalami stres, rasa bersalah atau kemarahan, tertawa dapat mengalihkan fokus dari emosi negatif dan menaikkan suasana hati," kata Deepak Mittal.

- Mengurangi rasa sakit

Tertawa melepaskan endorfin dalam tubuh yang meredakan ketegangan otot. Karenanya, ini membantu mengurangi rasa sakit dan stres.

Terkait

Terkini