cancel
Kamis, 02 Februari 2023

Bukan Pakai Kapas, Petugas Medis Ini Justru Tutupi Luka Menggunakan Bungkus Kondom

Bungkus kondom yang menempel pada luka wanita 70 tahun itu berfungsi untuk menghentikan pendarahan.

Rosiana Chozanah
share on facebook share on twitter share on line share on telegram share on whatsapp copy to clipboard
Kondom (pixabay)
Kondom (pixabay)

Himedik.com - Dokter di sebuah rumah sakit di Distrik Morena, Madhya Pradesh, India, terkejut ketika mendapati bungkus kondom pada luka terbuka di kepala seorang wanita lanjut usia (lansia).

Dalam video yang diunggah oleh akun Twitter @AhmedKhabeer_, Sabtu (20/8/2022), tampak perban yang mengikat kepala sang wanita tidak rapi dan masih sedikit berdarah, serta tertutup bungkus kondom.

Dokter menduga, dilansir The Health Site, bungkus kondom yang menempel pada luka wanita 70 tahun itu berfungsi untuk menghentikan pendarahan.

Padahal, hal tersebut dapat menginfeksi luka dan menyebabkan komplikasi serius.

Setelah ditanyai, lansia tersebut bernama Reshma Bai dan berasal dari desa Dharamgarh, Porsa.

Bungkus kondom untuk menutup luka (Twitter)
Bungkus kondom untuk menutup luka (Twitter)

Kepala Petugas Kesehatan Medis Rakesh Mishra menjelaskan insiden ini awalnya terjadi di salah satu Puskesmas.

Dokter yang saat itu sedang bertugas, Dharmendra Rajpoot, tidak dapat menangani sang wanita secara langsung karena tugas darurat.

Jadi, ia meminta petugas kesehatan yang lain untuk merawat sang wanita. Sang dokter menginstruksikan untuk menutup luka dengan kapas serta bahan seperti kartu.

Alih-alih menutupnya dengan bahan medis, sang petugas menggunakan bungkus kondom. Ini baru diketahui ketika sang wanita dirujuk ke rumah sakit. Setelahnya, dokter di rumah sakit pun menggantinya dengan perban dan kapas yang lebih bersih.

"Petugas medis blok Porsa, Pushpendra Dandotia, telah diarahakan untuk menyelidiki dan mengambil tindakan hukum yang diperlukan terhadap orang di Puskesmas yang menempelkan bungkus kondom pada luka," kata Mishra.

Porsa merupakan wilayah dengan penduduk lebih dari 250.000 dan hanya ada dua dokter yang bertugas di Puskesmas daerah setempat.

Itu adalah salah sayu dari banyaknya insiden perawatan medis yang buruk di India.

"Insiden ini sekali lagi membuktikan bahwa negara ini sangat membutuhkan dewan medis nasional untuk mengatasi masalah seperti itu," tandasnya.

Terkait

Terkini