Benarkah Suplemen Penurun Berat Badan Tidak Efektif? Begini Kata Ahli Gizi

Sebuah studi menemukan suplemen tidak memiliki efektivitas dalam menurunkan berat badan seperti yang diklaim. Tetapi, apa kata ahli gizi?

Rosiana Chozanah
Kamis, 01 September 2022 | 07:30 WIB
Benarkah Suplemen Penurun Berat Badan Tidak Efektif? Begini Kata Ahli Gizi

Benarkah Suplemen Penurun Berat Badan Tidak Efektif? Begini Kata Ahli Gizi

himedik.com - Sebagian besar orang percaya bahwa suplemen penurun berat badan benar-benar efektif. Tapi, sebuah penelitian terbaru menunjukkan hal sebaliknya.

Sebuah studi yang terbit dalam jurnal Obesity menemukan bahwa suplemen tidak memiliki efektivitas dalam menurunkan berat badan seperti yang diklaim.

Seringkali suplemen yang mengklaim dapat menurunkan berat badan dapat menyebabkan berbagai efek samping, menurut studi tersebut.

Namun, ahli gizi Richard Tucker percaya bahwa sebenarnya sejumlah suplemen dapat membantu menghilangkan lemak.

Ia mengacu pada sebuah penelitian yang terbit di American Journal of Clinical Nutrition, yang membuktikan bahwa suplemen dengan kandungan kafein membantu mempercepat metabolisme hingga 11 persen.

Ilustrasi gambar suplemen vitamin c terbaik. (freepik)
Ilustrasi suplemen penurun berat badan (freepik)

Namun, dalam penelitian tersebut, suplemen diberikan dalam interval dua jam dalam periode 12 jam.

"Tetapi, konsumsi berlebihan bisa membuat Anda menjadi kurang toleran terhadap efeknya," kata Tucker, dikutip Live Science.

Meskipun suplemen penurun berat badan aman diminum, Tucker mengatakan ada beberapa efek samping dari konsumsi terlalu banyak.

Efek sampingnya bisa berupa diare, peningkatan denyut jantung dan peningkatan keringat, yang dapat menyebabkan hilangnya cairan sehingga berpotensi dehidrasi.

Tucker menyarankan untuk menggunakan pendekatan perubahan gaya hidup untuk menurunkan berat badan, seperti menjaga keseimbangan energi total.

Baca Juga: Botol Minum Kamu Jarang Dicuci? Hati-hati Jadi Sarang Bakteri Berbahaya!

"Misalnya seperti menghitung kalori masuk versus kalori keluar, dan fokus pada diet yang dapat dikelola dan yang paling penting adalah dilakukan berkelanjutan," imbuhnya.

Selain diet, Tucker juga menyarankan untuk tetap berolahraga agar tubuh tetap bugar sehingga metabolisme tetap terjaga.

×
Zoomed
TERKINI
Migrain merupakan sakit kepala yang biasanya terjadi di satu sisi kepala....
info | 08:00 WIB
Faktor lingkungan juga berperan dalam memicu kanker....
info | 08:00 WIB
Sakit maag terjadi karena ketidakseimbangan asam lambung dalam tubuh....
info | 08:00 WIB
Untuk memenuhi asupan protein tak harus selalu mengandalkan telur lho....
info | 08:00 WIB
Minum air memang benar membantu menghindari penyakit ginjal. Namun.......
info | 08:00 WIB