Agar Tetap Aman, Ini 5 Tips Lari yang Tepat untuk Hindari Cedera

Berikut sejumlah tips aman berlari yang perlu diketahui.

Yasinta Rahmawati
Jum'at, 10 Januari 2025 | 07:00 WIB
Agar Tetap Aman, Ini 5 Tips Lari yang Tepat untuk Hindari Cedera

Agar Tetap Aman, Ini 5 Tips Lari yang Tepat untuk Hindari Cedera

himedik.com - Berlari kini  menjadi olahraga yang semakin populer di tengah masyarakat. Namun jika dilakukan tanpa persiapan dan strategi yang tepat, risiko cedera pun bisa meningkat, terutama pada pemula.

Dokter spesialis kesehatan kerja dan olahraga, Andi Kurniawan, membagikan sejumlah tips penting untuk mencegah cedera saat berlari dalam siaran yang dirilis oleh Kementerian Kesehatan, Senin (9/12/2024).

Menurutnya, cedera saat berlari umumnya disebabkan oleh overuse atau tekanan berulang pada tubuh, terutama jika latihan dilakukan tanpa memperhatikan kondisi tubuh.

Berikut sejumlah tips aman berlari dari dokter Andi Kurniawan.

1. Pastikan Tubuh Sehat dan Fit Sebelum Berlari

Kesehatan tubuh adalah prioritas utama. Andi menekankan pentingnya menyesuaikan jadwal lari dengan kondisi tubuh. Jika kurang istirahat atau merasa tidak fit, kurangi jarak atau kecepatan berlari.

“Jika tubuh tidak siap, lebih baik menunda jadwal lari untuk menghindari cedera,” katanya.

Ilustrasi berlari. (pixabay/StockSnap)
Ilustrasi berlari. (pixabay/StockSnap)

 

2. Kenakan Pakaian yang Tepat

Sebagai negara tropis, Indonesia memiliki suhu yang cenderung panas. Karena itu, Andi menyarankan pelari untuk mengenakan pakaian yang ringan dan berwarna cerah agar tidak menyerap panas berlebihan.

Baca Juga: Lebih Berbahaya dari Flu? Kenali Virus HMPV yang Menyerang China!

3. Istirahat Berkualitas

Tidur cukup dan berkualitas sangat penting untuk mencegah cedera saat berlari. Kurang tidur bisa memicu kram otot, kelelahan, dan otot kaku.

“Idealnya, tidur malam selama delapan jam membantu tubuh memulihkan tenaga,” ujar Andi.

4. Jaga Hidrasi Tubuh

Hidrasi yang cukup sangat penting, terutama saat berlari jarak jauh. Dehidrasi dapat mengganggu kemampuan kontraksi otot dan meningkatkan risiko kram atau bahkan heatstroke. Andi mengingatkan pelari untuk selalu memiliki strategi hidrasi yang baik, bahkan saat cuaca terasa sejuk.

5. Atur Strategi Pacing

Mengatur kecepatan atau pacing saat berlari dapat mencegah cedera. Menurut Andi, pelari perlu memahami rute lari, seperti apakah rute tersebut banyak tanjakan atau turunan, untuk menentukan kapan harus berlari dengan kecepatan tinggi atau pelan.

"Strategi pacing sangat penting, terutama untuk race. Pelajari rutenya dan atur kecepatan sesuai kemampuan agar tidak memaksakan tubuh," katanya.

×
Zoomed
TERKINI
Migrain merupakan sakit kepala yang biasanya terjadi di satu sisi kepala....
info | 08:00 WIB
Faktor lingkungan juga berperan dalam memicu kanker....
info | 08:00 WIB
Sakit maag terjadi karena ketidakseimbangan asam lambung dalam tubuh....
info | 08:00 WIB
Untuk memenuhi asupan protein tak harus selalu mengandalkan telur lho....
info | 08:00 WIB
Minum air memang benar membantu menghindari penyakit ginjal. Namun.......
info | 08:00 WIB