Pria

Jangan Panik, Yuk Kenali 3 Jenis Terapi bagi Penderita Psoriasis

Penyebab psoriasis belum diketahui secara pasti, namun penyakit ini diduga terkait dengan gangguan autoimun,

Rauhanda Riyantama

Psoriasis. (shutterstock)
Psoriasis. (shutterstock)

Himedik.com - Meski bukan penyakit menular, nyatanya psoriasis kerap kali membuat para penderitanya malu dan tak percaya diri. Salah satu penyebabnya adalah penampakan kulit yang penuh sisik, ruam memerah, kulit terkelupas, menebal, dan terlihat kering.

Oleh sebab itu, banyak orang yang beranggapan miring tentang penderita psoriasis. Bahkan, ada yang mengira penyakit ini bisa menular dan memberikan dampak buruk bagi yang mendekatinya. 

Perlu diketahui, penyebab psoriasis belum diketahui secara pasti. Namun, penyakit ini diduga terkait dengan gangguan autoimun, yaitu sistem kekebalan tubuh yang keliru menyerang sel-sel kulit yang sehat. Umumnya akan menyerang bagian tubuh seperti lutut, punggung bagian bawah, siku, atau kulit kepala. 

Tingkat keparahan gejala psoriasis berbeda-beda dan intensitasnya bisa berubah dari waktu ke waktu. Ada yang mengalami gejala ringan atau tidak sama sekali dalam kurun waktu tertentu, tapi kemudian bertambah parah hingga mengganggu kenyamanan penderitanya.

Hingga saat ini belum ada obat yang mampu menyembuhkan psoriasis, sehingga penyakit ini selalu berpotensi kambuh. Namun penderita psoriasis bisa mencoba berbagai pengobatan untuk meringankan psoriasis yang sesuai dengan tingkat keparahannya.

Sejauh ini ada tiga jenis terapi untuk penderita psoriasis yakni topikal, fototerapi atau fotokemoterapi, dan sistemik. Penasaran? Yuk simak penjelasannya berikut ini.

Ilustrasi penyakit psoriasis. (pixabay)
Ilustrasi penyakit psoriasis. (pixabay)

 

1. Topikal

Topikal merupakan obat oles untuk mengatasi ruam-ruam atau bercak merah yang muncul di tubuh penderita psoriasis. Menurut buku Pedoman Penggunaan Agen Biologik untuk Terapi Psoriasis di Indonesia yang ditulis oleh Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia, pengobatan ini untuk penderita psoriasis ringan dengan luas kelainan kulit kurang dari tiga persen pada permukaan tubuh.

2. Fototerapi atau fotokemoterapi

Psoriasis yang resisten terhadap terapi topikal dan luas kelainan kulit hingga 3-10 persen permukaan tubuh bisa mencoba terapi fototerapi atau fotokemoterapi. Terapi ini merupakan penyinaran pada kulit penderita psoriasis dan memiliki efek samping, misalnya menimbulkan rasa seperti terbakar matahari.

3. Sistemik

Untuk psoriasis sedang sampai berat atau yang luas kelainan kulitnya lebih dari 10 persen permukaan tubuh akan langsung disarankan untuk mencoba terapi sistemik, yaitu berupa pemberian obat yang dianjurkan dokter. Pengobatan secara sistemik ada yang dianjurkan minum obat dan juga ada yang berupa obat injeksi.

Pemberian obat injeksi digunakan sebagai terapi psoriasis karena bekerja pada target spesifik dalam perkembangan penyakitnya. Dengan kemajuan teknologi pengobatan saat ini, pengobatan sistemik secara injeksi dapat memberikan hasil kulit yang hampir bersih dari psoriasis.

Selain berbagai jenis terapi atau pengobatan di atas, psoriasis juga dapat dihindari dengan menjalani pola makan sehat, olahraga teratus, dan rutin melakukan tes kesehatan. Semoga bermanfaat! 

Berita Terkait

Berita Terkini