Pria

Alami Sindrom Werewolf, Seluruh Wajah Bocah Ini Tertutupi Rambut

Sindrom Werewolf bahkan membuat orang asing di sekitar melemparinya dengan batu

Rima Sekarani Imamun Nissa | Yuliana Sere

Ilustrasi wajah penuh rambut. (Unsplash/Alexandre Debiève)
Ilustrasi wajah penuh rambut. (Unsplash/Alexandre Debiève)

Himedik.com - Seorang bocah lelaki dari India menderita kondisi langka yang dikenal sebagai sindrom werewolf. Kondisi ini membuat seluruh wajahnya ditutupi rambut.

Dilansir dari Daily Mail, Lalit Patidar (13) dari Ratlam, negara bagian India tengah Madhya Pradesh, dilahirkan dengan hipertrikosis bawaan.

Kondisi yang tidak dapat disembuhkan ini menyebabkan rambut-rambut halus dalam jumlah tidak normal tumbuh sepanjang 5 cm di wajah, lengan, dan bagian tubuh lainnya.

Lalit mengatakan dirinya sering mendapat ejekan dan mendapat lemparan batu dari orang asing.

Terlepas dari kondisinya, remaja itu mengatakan ia bercita-cita ingin menjadi polisi dan memasukkan semua pencuri dan penjahat ke penjara.

Lalit berkata, ''Saya dilahirkan dengan rambut yang tumbuh di wajah saya dan ini membuat saya berbeda.''

''Terkadang saya berharap seperti anak-anak lain, tetapi saya tidak bisa berbuat banyak tentang hal itu. Saya sudah terbiasa dengan cara saya dan saya merasa nyaman dengan diri saya,'' ungkapnya.

Ibu Lalit yang berusia 42 tahun, Parvatibai, merawat 14 orang keluarga yang ada di rumah mereka, termasuk lima saudara perempuan Lalit.

Dia berkata, ''Dalam setengah jam pertama setelah Lalit lahir, saya kagum melihat tubuhnya ditutupi rambut yang luar biasa. Kami segera meminta dokter anak setempat untuk memeriksanya dan memotong rambutnya yang berlebih dan mengatakan tidak ada obat untuk itu.''

Ilustrasi wajah penuh rambut. (Pixabay/NjoyHarmony)
Ilustrasi wajah penuh rambut. (Pixabay/NjoyHarmony)

 

''Saya punya lima anak perempuan dan kami berdoa di banyak kuil untuk memiliki seorang putra. Doa kami dijawab ketika Lalit lahir. Dia berbeda tetapi masih sangat istimewa bagi saya karena dia dilahirkan setelah banyak doa khusus,'' ceritanya.

Meski sudah terbiasa dengan kondisinya, Lalit mengatakan ia mengalami hari-hari buruk ketika rambut menghalanginya untuk bernapas dan melihat.

Keluarga telah meminta bantuan untuk putra mereka tetapi tidak ada obat yang bisa menyembuhkan sindrom werewolf itu.

Ada berbagai jenis hipertrikosis, dengan bentuk bawaan (hadir sejak lahir) yang paling langka.

Tidak diketahui berapa banyak orang yang menderita kondisi ini, tetapi diperkirakan hanya sekitar 50 orang yang pernah didiagnosis.

Ayah Lalit, seorang petani seledri dan bawang putih berusia 45 tahun, Bankatlal mengatakan, ''Ketika Lalit berusia dua tahun, saya membawanya ke rumah sakit besar di Baroda di mana tim dokter memeriksanya.''

''Setelah memeriksanya, mereka mengatakan kepada saya bahwa tidak ada obat untuk itu tetapi jika mereka menemukan obat apa pun, mereka akan memberi tahu saya.''

Lalit dikenal sebagai anak yang cerdas dan atletis. Kepala sekolahnya, Babulal Makwana berkata,''Lalit telah menjadi murid saya selama dua tahun. Ia pandai dalam studi dan unggul dalam olahraga.''

''Dia sangat populer di kelasnya dan semua orang menyukainya. Awalnya ketika dia datang ke sekolah, orang-orang terkejut, tetapi sekarang semua orang terbiasa dengannya dan tidak ada yang memperlakukannya secara berbeda.''

Namun, Lalit telah menerima perlakuan yang lebih menyakitkan di depan umum, terutama ketika dia meninggalkan desa tempat dia tinggal.

''Kadang-kadang ketika saya berada di kota yang sibuk, orang-orang datang dan menatap saya,'' katanya. ''Beberapa bahkan memanggil saya monyet.''

''Saya kadang ingin menjalani operasi untuk menghilangkan rambut berlebih karena saya ingin berteman dengan semua orang. Mereka seharusnya tidak ragu untuk bermain dengan saya.''

Namun terlepas dari itu, Lalit optimis tentang masa depannya dan memiliki ambisi untuk bergabung dengan kepolisian. Sindrom werewolf tidak semestinya jadi penghalang.

Dia berkata, ''Saya ingin menjadi polisi dan memasukkan semua pencuri dan penjahat ke penjara ketika saya besar nanti. Saya ingin mendapat uang sebagai polisi yang jujur dan dengan itu saya ingin menjaga ibu dan ayah.''

Berita Terkait

Berita Terkini