Info

Punya Banyak Khasiat, Tanaman Kratom Dilarang Digunakan di Indonesia

Daun tanaman kratom justru diekspor ke Amerika

Rima Sekarani Imamun Nissa | Yuliana Sere

Ilustrasi kratom. (Unsplash/Joaquim Salat)
Ilustrasi kratom. (Unsplash/Joaquim Salat)

Himedik.com - Daerah Kalimantan Barat, khususnya di Kapuas Hulu, telah menjadi rumah produksi Kratom, tanaman obat yang dipercaya sebagian orang sebagai obat ajaib untuk mengobati segala kecanduan hingga kecemasan.

Sebagai anggota keluarga kopi, daun ini telah digunakan selama berabad-abad di Asia Tenggara dan Papua Nugini untuk efek penghilang rasa sakit.

Melansir dari Daily Mail, kratom menstimulasi reseptor otak yang sama dengan morfin, meskipun ia menghasilkan efek yang jauh lebih ringan.

Sejumlah petani tanaman ini mengatakan bahwa kratom membantu membuat seseorang rileks, mengobati insomnia, meningkatkan stamina dan mengobati kecanduan narkoba.

Pihak lain mengatakan kratom membantu menghilangkan kecanduan narkoba dan membantu detoksifikasi. Namun, obat ini hanya memiliki sedikit uji klinis untuk menilai keamanan dan efek sampingnya.

Sayangnya, kratom telah dilarang penggunaannya di beberapa negara seperti Indonesia, Malaysia, dan Thailand.

Menurut badan kesehatan di Amerika Serikat, senyawa yang ditemukan di kratom adalah opioid sehingga berisiko terhadap kecanduan.

Di sisi lain, petani daerah Kalimantan Barat bahkan telah beralih profesi dari petani kelapa sawit dan karet ke kratom karena permintaan kratom semakin meningkat.

Ilustrasi pusing. (pixabay)
Ilustrasi pusing. (Pixabay)

 

''Sekitar 90 persen pengiriman dari provinsi Kalimantan Barat adalah kratom yang telah dijual ke Amerika Serikat,'' kata kepala kantor pos setempat, Zaenal Hamid.

Petani Kratom, Prabu menegaskan, ''Pasar Kratom telah sangat baik selama dekade terakhir dan masih memiliki potensi di tahun-tahun mendatang.''

Dia menambahkan, ''Orang akan melihat manfaatnya, cepat atau lambat.''

Menurut American Kratom Association, sebanyak lima juta orang Amerika menggunakan obat itu dan jumlah itu terus bertambah. Data 2016 menunjukkan wilayah itu mengirim sekitar 400 ton ke luar negeri setiap bulan yang bernilai sekitar $130 juta per tahun dengan harga global saat ini sekitar $30 per kilogram.

Sebagian besar pelanggan Kratom dijangkau melalui platform online seperti Facebook, Instagram, dan e-marketplace China Alibaba.

Tren pengobatan alternatif ini diminati oleh negara Eropa dan Amerika, di mana biasanya dikonsumsi sebagai teh atau kapsul.

Kratom legal di 43 negara bagian, tetapi FDA mendorong pembatasan yang lebih besar dan telah memberlakukan peringatan impor. Artinya, pengiriman yang memasuki AS dapat disita.

Dalam sebuah pernyataan, organisasi itu memperingatkan konsumen untuk tidak menggunakan obat itu dan mengatakan ''Prihatin bahwa Kratom tampaknya membuat pengguna berisiko terhadap kecanduan, pelecehan, dan ketergantungan.''

Berita Terkait

Berita Terkini